Site icon Berita Kota Makassar

MB Promosikan Rempah di National Business Meeting

ENREKANG, BKM — Bupati Enrekang Muslimin Bando dan Kadis Pertanian Addi mempromosikan rempah Enrekang dalam keikutsertaanya pada National Business Meeting & Expo di Jakarta, baru-baru ini. Event ini mengangkat tema ‘Celebes Legendary Spices’. Dilaksanakan secara luring dan daring.

Forum tersebut merupakan kerjasama Indonesia lewat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI dengan Pemerintah Kanada. Tujuannya, untuk membuka akses pasar domestik dan internasional bagi rempah-rempah Indonesia. Forum ini memang mempertemukan secara langsung Pemkab dengan perusahaan ekspor-impor yang menjadi calon pembeli.

Bupati dalam memaparkan sejumlah potensi rempah-rempah hasil pertanian di Enrekang. Seperti lada, pala, dan cengkeh. MB mempromosikan vanili, jahe, cabe, dan produk lain yang potensial. Kopi kalosi yang telah terlebih dahulu menembus Eropa, seperti Jerman, Belgia dan Belanda.

Pemaparan Bupati nampaknya menarik minat perusahaan. Sudah ada beberapa perusahaan eksportir yang mengajak Pemkab Enrekang bekerjasama. Mereka siap memasok rempah Enrekang ke sejumlah negara. Bukan cuma ke Eropa tapi juga hingga ke Afrika seperti Mesir, dan Asia Barat seperti UEA dan Arab Saudi.

“Ini sementara kita pelajari. Agar bisa membuka dan memperluas akses pasar bagi produk potensial petani kita,” papar Bupati.
MB berharap, upayanya ini bisa meningkatkan kesejahteraan petani rempah di Enrekang. Untuk itu, ia kembali menegaskan komitmennya meningkatkan kapasitas dan daya saing para petani lokal.

Bupati menjelaskan, empat hal yang bisa mendorong ekspor rempah ke pasar global. Pertama terkait standar. Seperti praktik pertanian yang baik, dan spesifikasi produk. Produk organik karena konsumen makin menggemari. Branding yang sesuai permintaan pasar internasional. Dan terakhir, promosi maksimal oleh daerah dan pusat.

Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga turut memberikan paparan, sehari sebelumnya. Ia mendukung upaya ini yang bertujuan meningkatkan ekspor rempah melalui promosi Gastronomi Indonesia .

Fokus ekspor tahun ini adalah diversifikasi produk dan pasar. Rempah-rempah Indonesia harus diakui dunia. Itu adalah tantangan kami untuk mempromosikan rempah-rempah Indonesia melalui banyak acara,” ujar Wamendag.
Kementerian Perdagangan memiliki 46 perwakilan dagang di kota-kota besar dunia yang bertugas mempromosikan ekspor Indonesia dan bekerja sama dengan para importir dan distributor.

Hadir Staf Ahli Kementerian Desa Bidang Hubungan Antar Lembaga Syamsul Widodo. Event ini juga diisi penandatanganan MoU antara calon investor dengan Kabupaten Enrekang, Sinjai, Bulukumba, dan Luwu Timur. Serta dirangkai talkshow Tantangan dan Solusi Pemasaran Pala, Lada dan Cengkeh di Sulawesi. (her/C)

Exit mobile version