MAKASSAR, BKM — Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Pendidikan bakal melakukan perbaikan atau rehabilitas gedung sekolah menengah atas (SMA) di Makassar dan di kabupaten lainnya di Sulsel.
Meski begitu, ujar Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Setiawan Aswad, akan segera menindaklanjuti pengerjaan SMA termasuk SMA 23 Makassar yang kondisinya terbilang rusak parah.
“Ini saya meminta teman-teman, untuk bersurat ke PU untuk memastikan kelayakan bangunan itu, karena kan kalau diperbaiki kalau tidak layak kan bahaya toh,” ujar Setiawan, Minggu (12/6).
Dia menyampaikan, akan menguji kelayakan dan ketahanan bangunan untuk selanjutnya akan diperbaiki.
“Jadi kita pastikan dulu bagaimana kelayakannya, diuji dulu ketahanan bangunannya. Setelah jelas bahwa layak untuk diperbaiki maka kita perbaiki,” kata dia.
Apalagi kata dia, SMA 23 Makassar ini telah menjadi atensi gubernur Sulsel, sangat besar, beliau memperhatikan itu.
“kemarin pagi saya disampaikan oleh staf khusus bahwa kerusakan plafon itu coba kita akan carikan dananya dari CSR,” ungkapnya.
Setiawan menjelaskan, anggaran dana alokasi khusus (DAK) juga bisa digunakan. Namun lanjut dia, jika memakai DAK harus ada data pokok pendidikan (Dapodik).
Untuk penganggaran menggunakan DAK kata Setiawan, bisa dalam bentuk fisik maupun non fisik, seperti dana BOS itu adalah non fisik, fisik bersifat alat peraga, praktek, juga ruang kelas yang sifatnya di rehabilitasi, serta pembangunan sekolah.
“Jadi pada umumnya DAK itu berusaha untuk prinsipnya itu sekolah tuntas. Jadi kalau sekolah misalnya di Dapodiknya rusak ini, maka tahun itu juga di upayakan oleh kementerian dituntaskan semua bangunannya,” jelasnya.
Dia menyebut, untuk anggaran DAK mencapai kurang lebih Rp100 milliar.”Kalau saya tidak salah Rp100 milliar lebih yah untuk DAK itu. Khusus untuk SMK kalau tidak salah Rp19 milliar lebih itu untuk fisik,” sebutnya.
Sementara untuk alokasi APBD lanjut dia, untuk perbaikan sekolah belum bisa menyebutkan. Karena dia belum bisa mengetahui secara pasti.
“Alokasi APBD untuk perbaikan SMA kalau tidak salah ada 4 itu, yang mendapatkan dari APBD termasuk SMA 1 Bone,” ucap Setiawan. (jun).
