MAMASA, BKM — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Bakaru (PLN UPDK Bakaru) turut mendukung upaya pelindungan tanah untuk meminimalisir erosi di Daerah Aliran Sungai (DAS). Yakni dengan memberikan bantuan 9.000 pohon produktif untuk ditanam di atas lahan sekitar DAS Mamasa.
Program penanaman pohon tahun 2022 ini merupakan salah satu langkah untuk melestarikan lingkungan khususnya pada daerah DAS Mamasa. Program Agroforestry yang dijalankan PLN UPDK Bakaru sejalan dengan Forest Program IV bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sehingga kelestarian alam di kabupaten Mamasa dapat tetap terjaga.
Penanaman pohon secara simbolis dilaksanakan Manager PLN UPDK Bakaru, Fatahudin Yogi Amibowo bersama Sekretaris Kabupaten Mamasa, H Muhammad Syukur, S.Pd., M.Pd. dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Mamasa, H Anwar S.Pd., M.M., di Dusun Posipadang, Desa Balla, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Rabu, 29 Juni 2022.
Dalam sambutannya, Manager PLN UPDK Bakaru, Fatahudin Yogi Amibowo, menyampaikan, kegiatan penanaman pohon ini merupakan wujud peran serta dan dukungan perusahaan terhadap pelestarian alam yang sejalan dengan tujuan 15 dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu menjaga ekosistem daratan.
”Melalui Program Agroforestry DAS Mamasa, PLN UPDK Bakaru yang bergerak dalam bidang pembangkitan listrik, turut melakukan berbagai program di sektor lingkungan dan pelestarian alam. Mudah-mudahan bantuan ini dapat bermanfaat dan memberikan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan melalui penanaman pohon,” ujar Fatahudin Yogi Amibowo.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Mamasa merasa bahagia dan bangga atas program yang dijalankan ini. Rasa bangga juga disampaikan kepada sekretaris Desa Balla karena telah menjadi narasumber dalam kegiatan diskusi Forest Progam IV. Pemerintah Kabupaten Mamasa bangga atas usaha masyarakat Desa Balla dan diharapkan bisa menyetarai dengan Desa Tondok Bakaru.
Program Agroforestry adalah kegiatan mengkombinasikan penanaman pepohonan kayu dan tanaman pertanian, sehingga kekuatan tanah tetap terjaga dan terhindar terjadinya longsor atau erosi pada tanah. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada PLN UPDK Bakaru telah menjawab beberapa keluhan masyarakat khususnya untuk pelestarian lingkungan.
”Buat Dusun Posipadang is the best,” kata H Anwar.
Adapun jenis tanaman yang diprioritaskan pada program ini ialah tanaman pokok berupa tanaman jabon merah, kayu Afrika, salam dan suren serta tanaman Multi Purpose Trees Species (MPTS) berupa tanaman durian dan alpukat. Selain tingkat adaptasinya yang cukup baik, tanaman Jabon dan kayu afrika mampu mengikat agregat tanah dengan baik sehingga diharapkan dapat menahan laju aliran air di permukaan tanah dan menahan sedimentasi. Hasil dari tanaman ini pun juga dapat dimanfaatkan masyarakat.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mamasa, H Muhammad Syukur, menyampaikan, program penghijauan atau penanaman ini yang sangat penting. Harapannya program ini menjadi kegiatan berkelanjutan yang terus-menerus dapat laksanakan di Kabupaten Mamasa.
Tanaman sayur-sayuran atau pertanian harus dikombinasi dengan tanaman kayu atau pepohonan. Dalam penyampaiannya, diharapkan kegiatan ini tidak berhenti sampai pada penanaman. Namun harus ada monitoring dan evaluasi terhadap bibit yang ditanam.
”Semoga Desa Balla, Dusun Posipadang bisa menjadi barometer dan memaksimalkan sumber daya di Kabupaten Mamasa,” kata Muhammad Syukur.
Pada kesempatan tersebut, Sekkab Mamasa juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada PLN UPDK Bakaru dan semoga kolaborasi ini dapat tetap dipertahankan.
”Ini adalah kunci untuk seluruh aktivitas kita. Kelestarian tanah kita untuk diwariskan ke anak-cucu kita. Listrik adalah kunci kehidupan. Tanpa listrik kita akan merasakan kelam karena tidak berlangsungnya perkembangan di Kabupaten Mamasa,’/ tutup Muhammad Syukur.
Misno, Ketua Kelompok Wanita Tani selaku penerima bantuan dalam agenda seremoni tersebut menyampaikan ucapan terimakasih kepada PLN atas bantuan yang telah diberikan.
”Terima kasih banyak kepada PLN dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Mamasa yang telah membantu mewujudkan mimpi dan cita-cita kelompok tani untuk menghijaukan Dusun Posipadang. Ini mimpi kami sejak lama dan tentunya kami akan berupaya untuk mengembangkan dan memelihara bantuan yang telah diberikan agar dapat memberikan manfaat bagi anggota kelompok dan masyarakat sekitar,” ungkap perwakilan masyarakat dalam sesi kegiatan tersebut.
Diharapkan program ini dapat memberikan manfaat dalam memperbaiki struktur tanah, pengendalian erosi, serta sedimentasi dapat terkontrol dengan baik. Selain itu, PLN juga berharap masyarakat setempat dapat semakin meningkat produktivitasnya, semakin maju dan berkembang serta mampu membuka peluang untuk perkembangan ekonomi. (rls)
Cegah Erosi di DAS, PLN UPDK Bakaru Berikan Bantuan 9.000 Pohon Produktif
