Site icon Berita Kota Makassar

BINDa Sulsel Vaksin Petani di Sawah

SIDRAP, BKM — Pandemi Covid-19 berdampak pada sektor perekonomian seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Salah satunya adalah petani. Meski secara umum dunia pertanian tidak berpengaruh drastis namun terhadap petaninya sendiri bisa berimbas jika terpapar Covid-19. Tak terkecuali petani di Sidrap.

Dalam upaya pencegahan sub varian omicron BA4 dan BA5 di Kabupaten Sidrap, Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Sulsel bersinergi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Puskesmas untuk meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 baik dosis satu, dua maupun booster.
BINDa Sulsel Korwil Sidrap Putri mengatakan, Kabupaten Sidrap yang dijuluki kota beras mayoritas penduduknya adalah petani, namun ditengah kebangkitan ekonomi menjelang endemi petani masih dihadapkan tantangan perubahan cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan gagal panen.

Karenanya BINDa Sulsel pun berinisiatif melaksanakan vaksinasi yang cukup unik karena dilakukan dengan metode jemput bola (door to door).
” Kami mengimbau dan mengajak petani di areal persawahan di saat para petani melaksanakan kesehariannya bertani. Sambil mereka divaksin sambil kami membagikan paket sembako dengan harapan dapat meringankan sedikit beban dari para petani di Sidrap ini, ” kata Putri.

Dikatakan Putri, BINDa Sulsel telah melakukan percepatan vaksinasi memfokuskan peningkatan cakupan khususnya di wilayah Sidrap guna mencegah penyebaran varian baru Covid-19 dengan penguatan herd immunity (kekebalan kelompok) dimana mayoritas masyarakat merupakan petani.

” Meski di Sulsel belum ditemukan sub varian omicron BA4 dan BA5, namun BINDa Sulsel tetap mengantisipasi munculnya varian tersebut ataupun varian lain yang lebih berbahaya. Kami tetap imbau masyarakat agar tetap pakai masker meski pemerintah telah melonggarkan penggunaan masker itu. Kita harus terus vaksinasi agar kualitas herd immunity masyarakat semakin meningkat sehingga nantinya perekonomian rakyat kembali bangkit, ” kata Putri.
Salah satu petani yang ditemui petugas BINDa Sulsel mengaku sangat siap untuk vaksin. Diakuinya selama ini sulit untuk ikut vaksin di tempat-tempat layanan vaksin karena selalu berada di sawahnya.
” Alhamdulillah saya sudah vaksin atas bantuan ibu-ibu petugas vaksin yang datang ke sawah saya, ” kata salah satu petani perempuan. (rls)

Exit mobile version