Site icon Berita Kota Makassar

Budiman Buka Rakerwil KAHMI

MALILI, BKM — Bupati Luwu Timur, H. Budiman membuka secara resmi Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Sulsel di Gedung Ontae Luwu Sorowako, Luwu Timur, Sabtu (2/7).
Hadir Ketua DPRD Luwu Timur, Aripin, Presidium KAHMI Sulsel, Muhammad Natsir (Koordinator Presidium), Fadriaty AS, Prof. Mustari Mustafa dan Bahtiar Manadjeng serta perwakilan pengurus KAHMI kabupaten/kota se-Sulsel.

Koordinator Presidium KAHMI Sulsel, Muhammad Natsir dalam sambutannya mengatakan, dirinya beserta seluruh pengurus KAHMI Sulsel memilih Luwu Timur sebagai tempat raker Program kerja lima tahun kedepan KAHMI Sulsel karena Luwu Timur adalah daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi dua digit di Sulsel.
”Pertumbuhan ekonomi yang tinggi di daerah ini ditunjang dengan adanya industri pertambangan dan industri pendukung lainnya. Tentu kalau kita bicara sumber daya yang dimiliki KAHMI, kami punya dewan pakar, dewan penasehat yang tingkat pendidikannya hampir sama, mungkin sekitar 60 orang,” harapnya.
Dia berharap program yang dibuat pada raker ini dapat disambut baik oleh pemerintah daerah dan stakeholders yang ada di Luwu Timur tentunya. ”Sehingga kita bisa menempatkan Luwu Timur sebagai salah satu daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat luar biasa dalam menopang perekonomian di Sulsel. Jadi kolaborasi ini perlu dikonsultasikan dengan baik,” pungkasnya.
Bupati Budiman dalam sambutannya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas dipilihnya Luwu Timur sebagai tempat Rakerwil KAHMI SulSel.

”Saya tahu betul bahwa memilih Luwu Timur menjadi tempat Rakerwil membutuhkan diskusi yang cukup panjang, karena jaraknya 565 km dari Makassar dan membutuhkan perjalanan selama 12 jam apalagi kalau sampai Sorowako ini, berarti total perjalanan sepanjang 600 km,” ungkapnya.
Budiman juga memaparkan terkait program-program yang sementara berjalan saat ini diantaranya program multi sektor Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Satu Milyar Satu Desa diluar dana Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD dan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN sebagai upaya pemerataan pembangunan dan keberpihakan pemerintah dalam membangun kemandirian desa.

“Kami juga melakukan program peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yakni satu kamar satu pasien dan pengantaran pasien pasca rawat inap secara gratis. Bahkan seluruh fasilitas kesehatan ditanggung oleh pemerintah daerah, peningkatan kualitas pelayanan ambulance dengan high quality, sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat,” bebernya.

Dengan tetap melanjutkan program pemberian beasiswa kepada ribuan putra-putri terbaik Kabupaten Luwu Timur di perguruan tinggi, sehingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Luwu Timur merupakan yang tertinggi diantara semua kabupaten di Provinsi Sulsel.
“Semoga Rakerwil KAHMI Sulsel dapat berjalan dengan lancar dan melahirkan program kerja dan putusan-putusan strategis untuk menguatkan keberadaan KAHMI menuju kesejahteraan masyarakat,” harap Budiman. (rls)

Exit mobile version