MAKASSAR, BKM– Selama sepekan yang lalu permintaan pelayanan home care makin meningkat. Dalam sepekan permintaan bisa sampai 10 orang yang sakit.Berbeda dengan beberapa pekan yang lalu permintaan di bawah 8 orang yang sakit.Seperti halnya permintaan home care dari pasien Hj. Nurmina, umur 74 tahun.
Warga Pulau Barrang Lompo, RW 03, RT 01, Kelurahan Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang ini membutuhkan Home Care karena keluhannya sakit tulang belakang dan demam sudah tiga hari, riwayat sakit jantung dan hipertensi. Begitupun dengan pasien bernama Abdul Rahmat (39 tahun). Warga Jalan Tidung Mariolo 4 no. 17, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini membutuhkan homecare dengan keluhan pingsan, badan kaku dan tidak bisa bergerak.
Permintaan home care juga datang dari Ratna (78 tahun) pasien yang beralamat Jalan Nuri Baru Lorong. 132 No. 13, Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Mariso, meminta bantuan home care untuk mengganti ganti kateter.Termasuk pasien bernama Nur Erni, warga Pulau Barrang Lompo Rt. 2, Rw. 2 Kelurahan Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarang. Ia membutuhkan bantuan home care dengan keluhan pasca operasi sesar di bagian perban mengeluarkan darah.
Mwnyikapi permintaan home care yang meningkat, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) War Room Pemkot Makassar, Yamlikh Azikin, menegaskan semua laporan pengaduan dan keluhan dari warga terkait pelayanan, seperti lhome care langsung diteruskan ke home care masing-masing puskesmas.”Kita teruskan semua pengaduan sesuai pengaduan lewat SKPD masing-masing,”ujar Yamlikh.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr Nursaidah Sirajuddin menerangkan, petugas yang diberi amanah melaksanakan tugas homecare selalu bergerak cepat begitu mereka menerima laporan.
Yang kadang jadi masalah adalah warga yang melapor meminta pelayanan memberikan alamat atau nomor telepon yang tidak lengkap.
“Kadang yang kasih lambat kami itu adalah karena warga yang memberi alamat yang salah. Nomor ponsel yang tidak cukup. Biasa kami kehilangan jejak,” ungkap wanita yang akrab disapa dr Ida kepada BKM.
Dia mengatakan, untuk menindaklanjuti layanan homecare, ada dua grup WA yang dibuat. Pertama lintas sektor dan satu grup lagi khusus Dinas Kesehatan dan puskesmas dalam hal ini perugas layanan homecare.
Semua grup tersebut dipantau setiap hari. Pergerakan dan aksi para petugas homecare diketahui karena mereka membuat laporan.(rhm)
