TAKALAR, BKM — Bupati Takalar, H Syamsari Kitta, menggagas program satu rumah satu pohon kelor. Menurut bupati, hal itu sebagai langkah meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan sumber daya manusia di tingkat desa
Gagasan tersebut disampaikan dihadapan masyarakat Kecamatan Mangngarabombang saat menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap dua di kecamatan tersebut. Desa yang ditunjuk merealisasikan satu rumah satu pohon kelor adalah Desa Pangnyangkalang dan Desa Laikang.
Menurut H Syamsari Kitta, pohon kelor yang sehari- hari dijadikan sebagai sayur oleh masyarakat memiliki kandungan gizi yang tinggi. Sehingga sangat ampuh untuk mengurangi angka stunting.
”Karena itu, saya minta kepala desa dan ibu PKK nya menciptakan sayur gratis bagi masyarakat. Dua desa di Marbo ini bisa menjadi desa pelopor satu rumah satu pohon kelor. Jadi tidak ada rumah tanpa pohon kelor. Kalau perlu, kelor itu dijadikan sebagai pagar rumah. Sehingga kita hidup sehat, gizi cukup, dan ekonomi bangkit,” kata H Syamsari Kitta, Selasa (5/7).
Bupati mencontohkan, pada beberapa desa telah mengolah kelor menjadi garam, sehingga kelor menjadi pengganti garam laut dan menjualnya di pasaran. ”Nah itu bisa menjadi salah satu solusi pertumbuhan ekonomi desa. Sebagaimana tujuan bantuan yang bersumber dari dana desa yakni menjaga perekonomian desa dan meningkatkann sumberdaya manusia,” pungkas bupati Takalar. (ira/c)

