MAKASSAR, BKM–Wakil Ketua I DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif menyampaikan selamat atas pelantikan ‘kabinet baru’ Universitas Hasanuddin (Unhas).
Syaharuddin Alrif yang juga politisi Partai Nasdem itu hadir pada pelantikan wakil rektor Unhas di Baruga AP Pettarani, Selasa (5/7) pagi.
Syahar-panggilan akrab Syaharuddin Alrif menghadiri pelantikan sahabatnya Wakil Rektor I bidang akademik dan kemahasiswaan Unhas Prof drg Muhammad Ruslin Mkes Phd Sp.BM(K).
Syahar punya kenangan masa muda bersama Prof Ruslin. Kedua tokoh ini seperti adik kakak yang pernah tinggal sekamar indekost pada era 1997-1999 di jalan perintis kemerdekaan 8 Tempat kost Lindos/Tamalanrea Jaya, jalan masuk kompleks perumahan dosen unhas.
Saat itu Syahar duduk di bangku SMA Muhammadiyah 3 di Makassar dan tinggal bertiga dengan kakak kandungnya Ismail Alrif.
Saat itu Ismail dan Ruslin sedang menempuh kuliah di Unhas. Ismail mahasiswa ilmu hukum, sedangkan Ruslin kedokteran gigi.
Ketiganya merupakan jebolan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sidrap.
Sebagai anak kost, keduanya tinggal sederhana seperti mahasiswa para umumnya.
“Saya kenal Prof Ruslin sejak muda. Kami sama-sama anak kampung dari Sidrap. Demi menghemat pengeluaran, kami tinggal sekamar bertiga, ukurannya 3 kali 4 meter. Kami pernah hidup sependeritaan,”kenang Syahar.
Karena Syahar paling adik, selain belajar, ia juga bertugas mencuci piring, baju, dan memasak di kost. Kisah inilah mengentalkan kekerabatan keduanya. “Saya bertugas bersihkan kamar, piring, baju di kontrakan,” kata Syahar.
Makannya kadang berhemat hanya sekali sehari, biar bekal tidak cepat habis.
Dari perjalanan Ruslin muda, Syahar mengatakan banyak inspirasi bagi generasi muda sekarang seperti bagaimana semangat belajar ketiganya meski hidup dan tinggal dengan keterbatasan, sama seperti mahasiswa pada umumnya.
Syahar mengenang ketika sering makan mie instan atapun telur saat muda.
Mereka hidup mengandalkan kiriman uang dari orang tua di kampung, atau sesekali menikmati hasil dari kegiatan ekstra baik dari kampus maupun dari hasil sebagai pelatih karate do Gojukai karena Ruslin dan Mail aktif di dojo Gojukai Prof Ahmad Ali. “Kita berasal dari Sidrap, anak kampung yang merantau belajar di Makassar. Kita bertiga saling dorong agar suatu saat nanti bisa mengembah amanah dan bermanfaat bagi orang banyak,” kata Syahar.
Ruslin anak pensiunan tentara di Kodim 1420 Sidrap, sedangkan Syahar dan Mail anak petani dari Tanru Tedong Sidrap. “Saat muda, kita bermimpi, bercita-cita, berkhayal, kelak kita memegang amanah untuk orang banyak. Ruslin dan kakak saya memilih berkarier sebagai akademisi,”kata Syahar.
Selepas SMA tahun 1999, Syahar sejatinya ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Makassar, tapi karena keterbatasan biaya, ia memutuskan pulang kampung ke Sidrap dan melanjutkan pendidikan di STISIP Muhammadiyah Sidrap. “Karena persoalan biaya, saya pulang kampung cari pekerjaan. Mereka tetap lanjut. Pada akhirnya mimpi itu Alhamdulillah terwujud. Prof Ruslin dan Kak Ismail jadi dosen di Unhas, Prof Ruslin punya klinik kedokteran gigi,” katanya.
Selepas kuliah, Syahar aktif sebagai aktivis dan pengusaha hingga 2014 memutuskan terjun ke dunia politik hingga terpilih sebagai anggota DPRD Sulsel dua periode. “Kita berharap perjalanan hidup Prof Ruslin jadi inspirasi dan memotivasi adik-adik mahasiswa kini. Kita mahasiswa dari kampung, dari desa, dari keluarga tidak mampu. Tapi kita harus punya cita-cita dan semangat belajar.”pungkas Sekretaris DPW Nasdem Sulsel ini. (rif)

