Site icon Berita Kota Makassar

Rp300 Miliar Anggaran Pemkot Dipangkas

MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar terancam minus atau defisit sekitar Rp900 miliar. Angka itu cukup besar. Kendati bisa ditopang dengan Silpa (Sisa Lebih Penghitungan Anggaran), namun performa keuangan Pemkot Makassar bisa dinilai buruk.
Untuk menghindari persoalan tersebut, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengambil langkah-langkah strategis untuk mengefisienkan penggunaan anggaran. “Kalau kita begini terus tidak ada yang bisa dibikin. Kita terancam defisit Rp900 miliar,” ungkapnya usai menggelar pertemuan dengan seluruh OPD Pemkot Makassar di kediaman pribadinya, Selasa (5/7).

Atas dasar itu, Danny akan melakukan rasionalisasi anggaran. Beberapa kegiatan yang dianggap tidak terlalu penting dan tidak efektif bakal dipangkas.
“Ada beberapa kegiatan harus dicut. Proyeksi kita minimal dicut Rp300 miliar. Saya coba hitung-hitung bisa Rp201 miliar. Itu baru satu item dari tiga item besar yang bakal dipangkas. Saya yakin lebih dari Rp300 miliar kita bisa hemat,” ungkap Danny.
Danny sudah memetakan pos anggaran yang akan dirasionalisasi. Di antaranya perjalanan dinas (SPPD), efisiensi biaya menyangkut Laskar Pelangi, bahan bakar minyak (BBM), termasuk proyek-proyek atau seminar yang dianggap tidak terlalu penting.

“Misalnya seminar dalam kota, tidak jelas itu saya cut. Termasuk kegiatan yang berulang-ulang yang tidak tahu hitungannya. Misalnya pengecatan bangunan. Itu ada miliaran-miliaran, saya bilang coret saja,” tegasnya.
Danny memberi target kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk menyusun rasionalisasi anggaran dalam kurun waktu tiga hari, 5-7 Juli 2022. “Akan disusun tiga hari ini. Tiga hari ini dicut langsung dirasionalisasi semua,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar Muh Dakhlan, mengatakan pihaknya bersama Inspektorat dan Bappeda akan menyusun rasionalisasi anggaran secepatnya.

Dakhlan menerangkan, sesuai arahan wali kota, TAPD akan melakukan pemotongan anggaran terhadap kegiatan yang dinilai tidak terlalu berkontribusi terhadap program strategis Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Fatmawati Rusdi.
“Kalau dihitung-hitung, efisiensi anggaran bisa kita lakukan minimal Rp300 miliar. Itu baru satu pos anggaran. Nanti kita akan kutu-kutui dulu,” kata Dakhlan. (rhm)

Exit mobile version