Site icon Berita Kota Makassar

Kaji Kepemimpinan Elit WI di STIBA Makassar, Widyaiswara BPSDM Sulsel Raih Doktor di UNM

MAKASSAR, BKM — Jumlah mahasiswa, dosen, dan staf Sekolah Tinggi dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar dalam lima tahun terakhir (2017-2021) terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2017 jumlah mahasiswa 1.438, dosen 74, dan staf 22 orang. Sementara di tahun 2021, meningkat menjadi 2.258 orang mahasiswa, 94 dosen, dan staf 42 orang.

Capaian itu tidak terlepas dari peran elit Wahdah Islamiyah (WI) dalam membantu manajemen STIBA Makassar mengelola dan mengembangkannya. Pengembangan STIBA Makassar sangat ditentukan oleh keinginan dan dukungan elit kepemimpinan WI.

Hal itu mendorong Junaid Shihab mengkaji elit kepemimpinan di STIBA Makassar dalam disertasinya berjudul “Kepemimpinan Elit Wahdah Islamiyah dalam Pengembangan Institusi Pendidikan (Studi Kasus Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab di Kota Makassar).” Disertasi dipertahankan dalam Sidang Ujian Promosi Doktor secara virtual pada Kamis, 7 Juli 2022.

Sidang ujian promosi doktor dipimpin Prof.Dr. Anshari, M.Hum. sebagai ketua dengan anggota masing-masing Prof. Dr. Haedar Akib, M.Si., Prof. Dr. Arismunandar, M.Pd., Prof. Dr. Darman Manda, M.Hum., Prof. Dr. Hamsu Abdul Gani, M.Pd., Prof. Dr. Rifdan, M.Si., dan Prof. Dr. Rabina Yunus, M.Si.

Junaid Shahib yang kini bertugas sebagai widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan, menemukan bahwa pertama, peran elit kepemimpinan di STIBA Makassar diwujudkan dalam bentuk pemberian contoh pertimbangan, pengawasan seluruh perencanaan strategis, penyebaran informasi sekaligus juru bicara kebijakan umum dan kebijakan pengembangan STIBA Makassar.

Kedua, strategi kepemimpinan WI dalam mengembangkan STIBA Makassar dalam penetapan renstra induk yang berorientasi pada pencapaian visi misi, masa depan, penjabaran renstra ke rencana operasional, implementasi strategi mencakup pengorganisasian, pelaksanaan, penganggaran, dan pengawasan serta peran posisi tertinggi pada jabatan formal di STIBA Makassar.

Ketiga, reposisi fungsi dan peran elit WI dalam bentuk pemberian otonomi terbatas pada manajemen STIBA Makassar, memperluas dan mempertegas batasan, wewenang, fungsi koordinatif dan konsultatif, membatasi dominasi dengan tetap mengakomodasi keputusan dan kebijakan elit pemimpin WI serta menyesuaikan dengan peraturan dan perundang-undangan Pendidikan Nasional.

“Kedudukan elit WI cukup strategis dan menentukan sehingga terikat dan mengikatkan diri pada ideologi WI, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah (Hadist) sebagaimana yang dipahami dan dicontohkan para ulama Al Salaf Al Shalih. Dengan demikian, peran elit WI terjaga secara ideologi dan garis kebijakan organisasi,” kata Junaid Shihab.

Seusai menjawab pertanyaan, sanggahan, dan klarifikasi dari tim penguji, Junaid Shihab dinyatakan lulus dengan memeroleh IPK 3,91 atau predikat kelulusan sangat memuaskan. Ia tercatat sebagai alumni ke-1086 Program Pascasarjana dan ke-381 Program Studi Ilmu Administrasi Publik.

Ketua Prodi S-3 Ilmu Administrasi Pendidikan, Prof. Dr. Rifdan, M.Si. mengapresiasi temuan riset disertasi Junaid Shihab. Hasil kajian riset dapat digunakan para elit WI dan STIBA Makassar dalam menata kelola institusi pendidikan berbasis keagamaan.

Dalam testimoninya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah, Dr.H. Muh. Zaitun Rasmin, Lc., M.A., mengatakan bahwa kepemimpinan elit WI dan STIBA Makassar menerapkan konsep kepemimpinan kolektif yang didasarkan musyawarah dan mufakat.

“Pada semua WI di Indonesia dan di STIBA Makassar tidak ada dominasi kekuasaan, karena telah disepakati bahwa semua keputusan dan kebijakan selalu dihasilkan dari musyawarah dan mufakat. Kepemimpinan kolektif menjadi semangat utama dalam bekerja mengembangkan WI dan STIBA Makassar. Setiap minggu, diadakan rapat rutin musyawarah pimpinan sehingga masalah dapat dicarikan solusinya dengan segera,” tegas Ketua Ulama dan Dai Asia Tenggara itu.

Beberapa pejabat dan tokoh elit hadir dalam promosi doktor ini. Di antaranya Kepala BPSDM Provinsi Sulsel Drs. H. Asri Sahrun Said,M.Si., Wakil Bupati Bantaeng Drs. H. Sahabuddin, Ketua Harian PP Wahdah Islamiyah Dr. H. Rahamat Abd. Rahman, Lc., M.A., Ketua Dewan Syura PP Wahdah Islamiyah Ikhwan Abd. Jalil, Lc., M.A., Direktur STIBA Makassar Dr. H. Achmad Hanafi Dain Yunta, Lc., M.A., Ketua Senat Mahasiswa STIBA Makassar Dr. Muh. Yusran Anshar, Lc., M.A., dan Ketua Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia Sulsel Dr. Andi Akhiruddin Amin, M.Si. (rls)

Exit mobile version