MAKASSAR, BKM — Penutupan bukaan median jalan poros yang menghubungkan Jalan Hertasning Raya – Jalan Tun Abdul Razak dan akses menuju Perumahan Minasa Upa yang masih berpolemik, segera memasuki babak baru.
Ada sebanyak 200 orang warga secara terbuka menyatakan dukungan penolakannya atas penutupan median jalan di poros Hertasing Raya akses menuju Minasa Upa. Mereka pun tidak gentar turun melakukan pembongkaran median jalan yang bertahun-tahun ditutup dan banyak dikeluhkan warga maupun pengengendara lantaran diduga sebagai biang macet serta jarak lumayan jauh untuk berbelok.
Rabu, 06 Juni 2022, di sebuah kafe di kawasan Jalan Tun Abdul Razak, masing-masing perwakilan warga kompleks hadir melakukan konfrensi pers. Mereka datang dengan membawa dokumen. Mulai dari bukti dukungan penolakan warga atas penutupan bukaan median jalan, surat penyampaikan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, hingga permohonan ke Gubernur Sulawesi Selatan. Termasuk juga hasil analisis kajian yang telah dilakukan Dishub Sulsel mengenai kondisi di kawasan teresebut.
“Ini hasil kajian dari Dishub Sulsel, kajian ini dilaksanakan dengan menggunakan uang rakyat. Kasihan bila hasil kajian ini tak juga diimplementasikan. Kami warga Minasa Upa siap membantu Dishub Sulsel membuka kembali median jalan yang selama ini ditutup,” tegas perwakilan warga Minasa Upa, Rizal, sambil memperlihatkan salinan hasil kajian Dishub Sulsel sebelum membuka konfrensi pers.
Menurut Rizal, warga setempat dulunya berhasil membuka penutupan bukaan median jalan yang ditutup menggunakan road barrier atau pembatas jalan. Namun upaya itu hanya bertahan empat hari saja. Setelahnya, kembali ditutup bahkan dijaga petugas kepolisian hingga terkesan menghalang-halangi upaya warga.
Dari situ, warga yang menolak penutupan disarankan untuk menggalang suara dukungan. Banyak warga mendukung itu. Tetapi yang disayangkan adanya beberapa warga berstatus sebagai ASN yang diketahui ikut merasakan dampak tersebut, tapi takut menyampaikan ekspresi lewat tandatangan dukungan penolakan.
“Di lapangan, warga yang berstatus ASN takut memberikan tandatangan dukungannya. Kami heran juga padahal mereka juga kami ketahui terkena dampak dari ini,” sebutnya.
Dia menegaskan sepekan setelah dilakukannya konfrensi pers tersiar melalui media, dan aspirasi dari warga tidak juga bisa diwujudkan, maka jalan terakhir yang ingin dilakukan adalah membantu Dishub Sulsel membuka median jalan yang selama ini ditutup dan banyak dikeluhkan.
“Kami sudah menyurat ke provinsi dan akan kembali menyurat usai konfrensi pers ini. Kami juga sudah pegang hasil RDP bersama Komisi D DPRD Makassar yang hasilnya meminta dinas terkait membuka median jalan. Ini tugas dan kewenangan Dishub Sulsel membuka, kami akan bantu,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Kerukunan Perumahan Pao-pao Permai, Hasrajuddin memgatakan, warga sudah dua tahun mengeluh.”Tolong warga dari lima perumahan ini,” sambungnya.
Dia menegaskan sepekan setelah niat baik warga atas keresahan tersiar ke publik, maka penggalangan dari warga untuk turun melakukan pembongkaran dilakukan.
“Kami sudah sesuai prosedur. Sudah ada banyak upaya kami. Tapi memang pemerintah terkesan tidak berpihak kepada kami. Bahkan sudah ada kajian dari Dishub Sulsel,” imbuhnya.
Dalam konfrensi pers ini dihadiri beberapa perwakilan selain dari perwakilan warga Minasa Upa, Perumahan Pao-pao Permai, juga hadir perwakilan warga Graha Lestari maupun warga Citraland. (Arf)
