GOWA, BKM — Perbedaan perayaan waktu pelaksanaan Hari Raya Iduladha bukan hal yang harus dipertentangkan. Melainkan harus dapat memupuk persatuan dan saling menghormati antara satu dengan lainnya.
Hal ini ditegaskan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, menyikapi adanya pelaksanaan salat Iduladha di hari Sabtu dan Minggu seperti yang terjadi pada pelaksanaan salat Idul Adha yang dilakukan di Kabupaten Gowa. Dimana, ada yang melaksanakan pada Sabtu (9/7) dan ada yang pada Minggu (10/7).
Ditemui usai melaksanakan salat Iduladha di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, Minggu (10/7) bersama Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni, dan pejabat lainnya, Adnan mengatakan, tidak usah mempertentangkan perbedaan waktu pelaksanaan salat Iduladha tersebut.
”Kita semua memiliki keyakinan yang sama. Dan perbedaan itu menjadi berkah yang Insya Allah semuanya mendapatkan ganjaran pahala oleh Allah SWT. Jadi janganlah pertentangkan perbedaan waktu salatnya,” kata Adnan.
Menurut Bupati Gowa, momen Iduladha ini adalah momen berbagi. Yakni berbagi daging kurban serta yang juga prioritas adalah teruslah menyambung tali silaturahmi dengan sesama. ”Tentu hari raya ini juga merupakan bagian untuk kita mendoakan saudara – saudara kita yang sementara melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Insha Allah semuanya dalam keadaan sehat dan semuanya Insha Allah bisa pulang dengan menyandang status haji mabrur,” ucap Bupati Adnan.
Dalam pelaksanaan salat Iduladha di Masjid Agung Syekh Yusuf tersebut, bertindak sebagai imam salat Ied adalah ustadz Hardiansyah dan khatib adalah Prof Hamdan Juhannis, Rektor UIN Alauddin Makassar. (sar)

