MAKASSAR, BKM — Tanggal 17 Agustus 2022 menjadi tenggat waktu yang dipasang oleh Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto untuk pembenahan Lorong Wisata. Pada tanggal itu, program dengan akronim Longwis tersebut akan diluncurkan secara resmi.
Saat ini tersisa sebulan lebih jadwal launching tersebut. Sudah cukup banyak pegawai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Makassar yang datang ke lokasi yang ditunjuk untuk Longwis. Mereka berkunjung guna melakukan survei sekaligus mendata potensi yang dimiliki lorong tersebut.
Kepada pemerintah setempat disampaikan bahwa Longwis merupakan program Pemkot Makassar. Untuk itu ada alokasi anggaran khusus disiapkan oleh masing-masing OPD yang terlibat dalam program tersebut.
Seiring semakin dekatnya batas waktu launching, para ketua RT/RW semakin digenjot untuk membenahi Longwis di wilayahnya. Bahkan muncul dorongan agar lorong yang telah ditunjuk dibenahi secara swadaya. Sementara anggaran dari masing-masing OPD yang sejatinya untuk mendukung pembenahan tersebut, belum juga dikucurkan hingga saat ini.
Sebagai pemangku kepentingan dalam program Longwis, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Makassar Muh Rheza menegaskan, anggaran untuk Lorong Wisata dialokasikan lewat OPD sesuai tanggung jawab masing-masing. Misalnya untuk paving block dan drainasenya, dialokasikan ke Dinas Pekerjaan Umum. Sementara untuk pemberdayaan UMKM ke Dinas Koperasi. Begitu seterusnya.
“Jadi setiap OPD, sesuai tugas masing-masing, mengalokasikan anggaran untuk Lorong Wisata di akhir tahun 2021 lalu,” ungkapnya saat dikonfirmasi BKM, kemarin.
Dia menekankan, Pemkot Makassar tidak pernah meminta pembiayaan dari masyarakat. Kalaupun ada bantuan-bantuan, sumbernya dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan besar. Itupun biasanya dalam bentuk kerja sama.
Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan jika masyarakat punya inisiatif atau keinginan untuk berpartisipasi di wilayahnya masing-masing. Misalnya, di depan rumahnya sendiri. Karena program ini merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Dengan catatan tidak ada paksaan.
“Jadi, kalau ada informasi jika ada yang disuruh kumpul dana untuk Lorong Wisata, itu tidak boleh. Bisa disampaikan wilayah mana, siapa yang minta. Tidak boleh ada yang seperti itu. Harus ditahu juga kebenaran informasinya. Jangan sampai hoaks,” kata Rheza.
Dalam kenyataannya, pembenahan Longwis tidak sepenuhnya menggunakan biaya dari OPD pemkot. Ada pula lorong-lorong di wilayah kecamatan yang pembenahannya menggunakan urunan dari warga.
Seperti di Lorong 09 Kelurahan Buakana, dan Lorong Sipakarennu Kelurahan Minasa Upa, Kecamatan Rappocini. Warga di sana berinisiatif menggunakan iuran swadaya membenahi Longwis.
Camat Rappocini Syahruddin tak menampik hal itu. Menurutnya, pembenahan Longwis yang dilakukan dengan menggunakan biaya hasil patungan murni inisiatif dari warga. Patungan iuran itu digunakan untuk membeli cat maupun peralatan dalam menunjang kebersihan lorong mereka.
“Ada warga seperti di Lorong 09 Kelurahan Buakana dan Lorong Sipakarennu, Kelurahan Minasa Upa yang berinisiatif patungan dan menggunakan iuran membenahi lorong. Pembenahannya meliputi pengecatan lorong. Juga melengkapi peralatan kebersihan. Kami tidak minta,” aku Allu, panggilan akrabnya, Senin (11/07).
Sebenarnya, sambung Allu, pembenahan Longwis yang jadi program unggulan Pemerintah Kota Makassar untuk promosikan ibu kota Sulawesi Selatan ini pada dunia telah, ditangani oleh masing-masing OPD. Mereka yang paling memegang tanggung jawab adalah Dinas Pariwisata (Dispar) serta Dinas Koperasi.
Untuk Diskop Koperasi memegang peranan dalam mengatur UMKM, juga potensi dalam lorong.
“Sudah dibagi masing-masing OPD Longwis yang mereka tangani. Jadi tetap pembenahan ada OPD. Cuma saja di sana itu kan inisiatif warga yang mau benahi. Kami tidak bisa larang juga,” tandasnya.
Dihubungi terpisah, Camat Biringkanaya Benyamin B Tanrupadang, mengatakan dari 11 kelurahan yang ada di wilayahnya, hanya delapan kelurahan yang dipilih mendukung program Longwis. “Titik yang dipilih itu sudah masuk di penganggaran. Karena untuk masuk kategori Longwis, wilayah itu memiliki Lorong Garden, usaha UMKM yang menarik wisatawan nantinya dan sebagainya. Untuk masyarakat secara swadaya membenahi lorongnya itu bagian mendukung pemerintah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (11/7).
Menurut Benyamin, belum ada anggaran untuk membangun keseluruhan longwis di Makassar. Untuk itu ia akan mengupayakan agar warga kompak dan menjaga lingkungan dengan mendukung Pemkot Makassar dengan menanam tanaman, seperti sayur mayur di lingkungannya.
“Belum bisa semuanya (Longwis) karena keterbatasan. Tapi secara bertahap nanti seluruh lorong kita benahi menjadi Lorong Wisata. Longwis yang ditunjuk menjadi percontohan untuk lorong nantinya,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Camat Tamalanrea Andi Salman Baso. Menurutnya, tidak semua lorang di kelurahan dibenahi karena keterbatasan. “Kami lakukan pembenahan bersama tokoh masyarakat. Beberapa lorong melakukan pembenahan secara swadaya. Itu bagian mendukung pemerintah. Karena memang lorong dipilih menjadi percontohan dulu,” tandasnya. (arf-rhm-ita)
