MAKASSAR, BKM — Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP, baik jalur zonasi dan non zonasi usai dilaksanakan. Hasil evaluasi Dinas Pendidikan Makassar, untuk jenjang SD tidak ada kuota yang kosong. Semua sekolah negeri sudah terisi.
Namun tidak demikian dengan jenjang SMP. Berdasarkan data Disdik, hingga Jumat (8/7) pekan lalu, masih ada ratusan bangku yang masih kosong. Padahal Senin (18/7) pekan depan, semua peserta didik, baik jenjang SD maupun SMP sudah mulai sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Makassar Muhyiddin Mustakim menyebut, jumlah bangku yang masih kosong sebanyak 1.970, tersebar di sejumlah SMP.
“Dari 12.459 kuota untuk jenjang SMP dengan 401 rombongan belajar, yang masih kosong sekitar 1.970,” ungkapnya saat ditemui usai menjadi pembicara di acara Temu Koordinasi Kemitraan Peningkatan Mutu Guru dan Tenaga Kependidikan di Aula Anging Mammiri BPBG, Jalan Adhyaksa, Kamis (14/7).
Dia mencatat, dari 55 SMP negeri yang ada di Makassar, hanya sembilan yang tidak menyisakan kuota kosong. “Sekolah yang kuotanya sudah penuh itu rata-rata sekolah favorit,” terangnya.
Muhyiddin melanjutkan, untuk mengisi kekosongan bangku di sejumlah sekolah, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan para kepala sekolah untuk melakukan pendataan peserta didik yang belum mendapat sekolah.
“Rata-rata itu calon peserta didik yang belum dapat sekolah disebabkan karena mereka ingin bersekolah di tempat favorit,” imbuhnya.
Dia pun menginstruksikan kepada kepala sekolah untuk mendata mereka yang belum mendapat sekolah di wilayah masing-masing untuk dimasukkan ke sekolah sesuai zonasi masing-masing. Selain itu, mereka yang belum mendapatkan sekolah biasanya terbentur persoalan administrasi kependudukan. Dia minta sekolah untuk mengakomodasinya.
“Evaluasi kemarin di zonasi jelas sekali permasalahannya. Ada akun ganda, KK tiba-tiba pindah, itu saya evaluasi. Insyaallah kami perbaiki,” jelas Muhyiddin.
Untuk para calon peserta didik yang saat ini belum lolos, kata dia, dipastikan akan dicarikan jalan.
“Itulah yang kami atur. Kita sekarang bicara revolusi pendidikan, tidak ada anak yang tidak sekolah,” tandasnya.
Untuk sekolah swasta, lanjutnya, tetap jalan. Namun ia mengakui tidak semua masyarakat mampu mengaksesnya. Sehingga akan disiapkan skema subsidi bagi yang tidak mampu.
“Swasta tetap jalan. Hanya saja tidak semua masyarakat mampu. Ini kita tunggu datanya. Karena masih ada ribuan kuota belum terpenuhi,” pungkas mantan sekretaris Dinas Sosial Kota Makassar ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar kota Makassar Muh Guntur, menerangkan jumlah peserta yang telah diterima jenjang SMP jalur zonasi sebanyak 8.539, kuota 8.826, pendaftar 12.482, dan terverifikasi 11.810.
Untuk jalur non zonasi khusus afirmasi telah diterima 1.173, kuota 2.498, terverifikasi 1.282 dan pendaftar 1.571. Jalur perpindahan orang tua SMP diterima 321, kuota 639, terverifikasi 330 dan pendaftar 371. Jalur prestasi diterima 602, kuota 640, terverifikasi 2.526 dan pendaftar 2.650.
Khusus untuk SMP negeri yang kuotanya sudah penuh sejak sepekan lalu ada sembilan sekolah. Yakni SMPN 1, SMPN 2, SMPN 6, SMPN 8, SMPN 12, SMPN 23, SMPN 30, SMPN 47, dan SMPN 52.
Artinya, masih ada 46 sekolah yang belum terpenuhi dari pekan lalu. Hanya saja, data kuota ini masih belum diperbaharui.
Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto sebelumnya, menekankan agar mengakomodir seluruh peserta didik yang usianya masuk dalam kategori wajib belajar untuk bisa sekolah. Jika memang rombel (rombongan belajar) atau kuota di sekolah tidak bisa mengakomodir seluruh calon peserta didik, Disdik harus buat program. Di antaranya sekolah terintegrasi dan sekolah dengan sistem hybrid.
“Intinya semua harus sekolah. Disdik harus membuat program yang bisa mengakomodir seluruh usia wajib belajar bisa sekolah. Buat sekolah terintegrasi atau sekolah hybrid,” tandasnya. (rhm)
