MAKASSAR, BKM–Ketua Komisi C DPRD Provinsi Sulawesi Selatan Andi Januar Jaury Dharwis telah menggelar sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ditiga titik sejak Selasa (12/7) hingga Rabu (13/7).
Sosialisasi Andi Januar pertama digelar di Hotel Marina Beach Makassar serta di Ballroom ITB Nobel Alauddin Makassar.
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Sulsel ini juga melakukan audence bersama elemen beragam segmen, utamanya generasi Z dan Y utusan kecamatan di Kota Makassar.
Dalam sosialisasi itu, Andi Januar menjelaskan bila nasionalisme merupakan sebuah sikap yang harus dikembangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk di era digital saat ini. “Literasi digital diperlukan untuk dapat memupuk sikap tersebut. Fenomena maraknya penyebaran paham radikal di ruang digital terjadi karena masyarakat merasa kehadiran ruang digital bukan merupakan bagian dari realitas. Di sini peran penting literasi digital yang harus memberikan pemahaman apa yang kita lakukan secara fisik seharusnya terefleksikan juga saat beraktivitas di ruang digital. Sekarang memang era society 5.0″ujar Andi Januar, Kamis (14/7).
Terkait radikalisme di ruang digital, terdapat beberapa wawasan menarik yang menunjukan sisi negatif ruang digital yang dapat mengancam pertumbuhan nasionalisme. Pertama, ruang digital beserta karakteristiknya dapat digunakan untuk memfasilitasi penyebaran konten-konten yang menghambat pertumbuhan nasionalisme. Selanjutnya ruang digital bertindak sebagai echo chambers sehingga memudahkan konten radikalisme untuk menemukan target yang sesuai. Serta, ruang digital memungkinkan terjadinya percepatan radikalisasi.
“Pada era digital tentunya nilai-nilai nasionalisme harus ditanamkan melalui literasi digital, agar masyarakat bisa menjadikan pancasila sebagai pembatas dari pemahaman yang menggerus kedaulatan negara. Terdapat empat kerangka literasi digital, salah satunya digital culture, yang mengajarkan mengenai wawasan kebangsaan di ruang digital,”jelas Andi Januar.
Ditambahkan bila terdapat empat kerangka literasi digital, yakni digital skill, digital ethics, digital safety, dan digital culture. “Dalam digital culture diharapkan peningkatkan kemampuan individu masyarakat dalam membangun wawasan kebangsaan, nilai Pancasila, serta Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945, NKRI dalam kehidupan sehari-hari,”pungkas Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel ini. (rif)
