MAKASSAR, BKM — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Peduli HIV/AIDS dan NAPZA (MAPHAN) Universitas Negeri Makassar (UNM) merupakan salah satu lembaga atau organisasi tingkat universitas yang bergerak di bidang sosial, khususnya pada penyebaran informasi terkait bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah seminar nasional dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2022. Berlangsung di Convention Hall FIP UNM, Sabtu, 16 Juli 2022.
Seminar yang mengusung tema The Black Circle: War on Drugs With Gen Z ini bertujuan untuk membuat generasi Z sadar akan bahaya narkotika, sehingga tidak terjebak dalam lingkaran setan. Hadir dalam kegiatan ini sebanyak 62 peserta.
Syahira Alfikriah selaku Ketua Panitia Seminar Nasional MAPHAN HANI 2022, berharap dengan adanya kegiatan ini, kita dapat memperingati Hari Anti Narkotika Internasional dan membangun jiwa anti narkotika. ”Kita semua juga bisa memahami dampak buruk dan bahayanya terjebak dalam lingkaran setan narkoba, seperti tema yang kita angkat,” ujarnya.
Pemateri pertama Shanti Riskiyani, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa salah satu pendekatan yang dapat digunakan oleh remaja untuk menghindari lingkaran hitam narkoba, yaitu dengan memahami pikiran dan evaluasi diri. “Sebenarnya pendekatan yang dapat digunakan sebagai remaja agar terhindar dari narkoba, yakni kita harus bisa melihat self awareness,” katanya.
Sementara pemateri kedua Kartika Cahyaningrum, mengungkapkan bahwa melakukan pendekatan dari hati ke hati merupakan langkah awal yang dapat dilakukan untuk menolong seseorang agar dapat keluar dari pengaruh buruk narkoba. “Langkah awal yang harus kita lakukan, yaitu dengan mendekati teman kita yang menyalahgunakan narkoba secara heart to heart,” terangnya.
Ia menambahkan, ada beberapa cara kerja prinsip 3L, yaitu melihat apa yang dibutuhkan dan mendengarkan setiap masalah yang diungkapkan pengguna narkoba, serta memberikan bantuan profesional dari balai rehabilitasi.
“Dalam pandangan ilmu psikologi terdapat prinsip yang dapat digunakan untuk menolong orang tersebut, yakni look, listen, dan link (3L),” imbuhnya. (rls)
