Site icon Berita Kota Makassar

Pengadaan Kain Kafan Gratis Terhambat Tender

MAKASSAR, BKM — Upaya Pemerintah Kota Makassar untuk memberikan pelayanan terbaik ke masyarakat seperti pengadaan kain kafan gratis masih sebatas rencana. Pasalnya, proyek yang besaran anggarannya Rp200 juta bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) kota Makassar itu, terhambat tender.

Kepala Dinas Sosial Makassar, Aulia Arsyad, membenarkan hal itu. Ia mengakui, jika kain pembungkus jenazah itu belum tersedia seiring adanya masalah saat tahapan tender.
Padahal, jelas Aulia, dinas sosial telah mengajukan kebutuhan dana sebesar Rp200 juta untuk pengadaan kain pembungkus jenazah bagi masyarakat.

“Nilainya Rp200 juta untuk 400 paket.Kan tidak bisa orang ini menunggu bilang adapi kain kafan baru kita mati toh,” jelasnya.
Dia melanjutkan, sebenarnya sudah ada rekanan yang ditunjuk namin belum memenuhi syarat. Sehingga prosesnya ditolak unit layanan pengadaan (ULP) pemerintah.
Pihaknya sempat memberi waktu selama sepekan, namun belum bisa dipenuhi. Olehnya, tahapan kembali dari awal yaitu menawarkan ke pelaksana lain.

“Jadi kami kasih kesempatan ke penyedia untuk mengubah KBLI-nya tapi ternyata setelah dikasih kesempatan seminggu, tidak bisa diselesaikan. Jadi kami alihkan ke yang lain yang sudah mengajukan penawaran dengan KBLI yang sesuai,” jelasnya.
Aulia menjanjikan, kain kafan tersebut tersedia dalam waktu dekat. Peruntukannya, bagi warga Makassar.
Dia memaparkan jika ada warga yang meninggal dan butuh kain kafan gratis, mereka tinggal datang mengajukan permohonan.
Syaratnya membawa identitas kartu tanda penduduk (KTP), surat keterangan tidak mampu dan keterangan kematian. Pemberian diprioritaskan bagi warga miskin atau kurang mampu.

“Ini sudah proses di ULP untuk penandatanganan kontrak. Itu peruntukan untuk warga miskin,” tutupnya.
Terpisah, Dr Nila Sastrawati, Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, berharap agar keinginan yang baik dari Pemerintah Kota Makassar bisa terwujud. Soalnya, masih banyak warga kota Makassar yang masih hidup di bawah kemiskinan, sehingga jika ada keluarganya yang meninggal bisa terbantu. Tinggal bagaimana pengaturannya saja, singkatnya.(rhm)

Exit mobile version