MAKASSAR,BKM– Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhajir Effendy, hari ini, Selasa (26/7) berkunjung ke Makassar.
Salah satu agenda yang akan dilakukan di kota ini adalah mengunjungi Bank Sampah yang berlokasi di Kecamatan Biringkanaya.
Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, direncanakan mendampingi menteri PMK ke lokas bank sampah.
“Insyaallah kami dari Pemkot Makassar sudah siap mendampingi pak menteri, dan lokus yang akan dikunjungi sudah kita siapkan. Kami terus mematangkan persiapan menyambut kedatangan beliau,” kata Fatmawati, di kantor Balai Kota Makassar, Senin (25/7).
Hal itu disampaikan Fatmawati usai rapat terbatas bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Makassar Aryati Puspasari Abadi, dan Camat Biringkanaya, Benyamin B Turupadang, yang membahas persiapan penerimaan kunker Menko PMK RI, Muhadjir Effendy di Pemkot Makassar.
Sementara itu, Kepala DLH Makassar, Aryati Puspasari Abadi mengatakan Menteri PMK Muhadjir Effendy rencananya akan mengunjungi Bank Sampah Pusat (BSP) di Pacerakkang, Kecamatan Biringkanaya.
Informasi itu berdasarkan surat resmi yang diterima Pemkot Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup dari Kemenko PMK RI .
“Jadi pak menteri nanti akan berkunjung ke sana (BSP Pacerakkang) untuk melihat bagaimana Bank Sampah di Kota Makassar melakukan budidaya maggot,” ungkap Puspa.
Kata Puspa, sapaannya – budidaya maggot yang berasal dari Black Soldier Flies (BSF) atau Lalat Hitam sudah dikembangkan oleh BSP Pacerakkang sebagai percontohan.
Menurutnya, budidaya maggot merupakan solusi untuk mengatasi masalah sampah rumah tangga. Sebab maggot akan mereduksi sampah sisa-sisa makanan.
Dia menjelaskan peralatan dalam budidaya maggot di BSP Pacerakkang sangat lengkap dan sudah terintegrasi.
Sehingga pemeliharaannya mulai dari telur, larva, pre pupa, pupa hingga menjadi Lalat dewasa bisa dilihat di sana.
“Di sana ada juga mesin untuk mengekstraksi larva maggot menjadi minyak esensial yang baik untuk kecantikan dan pengobatan. Jadi di sana itu kita sudah bisa mellihat bagaimana siklus pemeliharaan maggot,” jelasnya.
Selain di BSP Pacerakkang, budidaya maggot juga sudah mulai dikembangkan di Bank Sampah lainnya di Kota Makassar. Seperti di Untia.
“Jadi di beberapa bank sampah lain itu kita sudah kembangkan, cuma memang untuk perlengkapan itu paling lengkap dan pengelolaan yang paripurna itu di BSP Pacerakkang,” tutupnya. (rhm)
