pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

FP2KEL Nilai Kadis tak Serius Tangani Pendidikan

BELOPA, BKM — Ketua Forum Pemuda Pemantau Kinerja Eksekutif dan Legislatif Luwu (FP2KEL) Ismail Ishak menilai Kadis Pendidikan Luwu tidak serius dalam menangani persoalan pendidikan. Hal itu disampaikan Ismail Ishak pasca ditutupnya kembali SDN 356 Papakaju Kecamatan Suli Barat.

Ismail menilai penutupan sekolah tersebut salah satu bentuk ketidakseriusan dari Dinas Pendidikan dalam hal ini Kadis Pendidikan Luwu dalam menangani persoalan pendidikan yang ada di Luwu.
“Sudah dua kali SDN 356 Papakaju ditutup karena lahannya diblokir oleh ahli waris, bukti kalau Dinas Pendidikan tidak serius menyelesaikan persoalan yang ada,” ujarnya Senin (25/7).

Dia menyebutkan bahwa sekolah ini sempat dibuka karena adanya mediasi antara ahli waris dan Kadis Pendidikan serta pihak terkait lainnya dengan membuat kesepakatan tapi ahhli waris menutup kembali lahannya untuk kedua kalinya.
Ismail menduga ada kesepakatan yang tidak dijalankan oleh Dinas Pendidikan.
“Jelas akibat persoalan ini proses belajar mengajar itu terganggu, yang jadi korban itu Siswa, mereka belajar seadanya di rumah guru” ucap Ismail.

Ismail menyayangkan tindakan Kadis yang tidak mengindahkan kesepakatan yang dibangun dengan ahli waris saat mediasi kemarin.
“Penunjang utama dalam peningkatan mutu pendidikan itu adalah infrastrukturnya atau gedung sekolah yang layak. Sekarang kan sudah dibolehkan sekolah tatap muka, bagaimana mau bagus mutu pendidikan kalau siswa tidak masuk ke sekolah,” tutup Ismail.
Sementara itu Kadis Pendidikan Luwu, Hasbullah Bin Mus saat dikonfirmasi media menyampaikan persoalan ini sudah dilaporkan ke Sekkab Luwu.

“Saya sudah laporkan di Sekkab, karena ini masaalah ganti rugi lokasi sekolah dan sementara saya adakan pendekatan dengan pihak yang mengklaim,” tandas Hasbullah, Senin (25/7).
Meskipun sudah menyampaikan persoalan ini Sekda, Hasbullah juga mengatakan akan merencanakan bertemu dengan Bupati Luwu membahas persoalan ini.

“Saya juga tidak tenang jika ini tidak terselesaikan dengan segera mengingat anak didik kami tidak melakukan PBM sesuai yang diharapkan, cukup sudah dimasa Pandemi anak-anak belajar tidak normal,” katanya.
Hasbullah menyampaikan pihaknya tetap berupaya melakukan negoisasi dengan keluarga yang mengklaim lokasi sekolah karena persoalan anak didik.

“Kami tidak inginkan anak-anak didik kami jadi korban meskipun belajar sementara di wali kelas masing” ucapnya.
Hasbullah juga menyampaikan kalau pihaknya tetap melakukan pendekatan kepada yang mengklaim sebagai pemilik lahan dan berharap agar anak-anak didik cepat melakukan proses belajar mengajar seperti biasanya.
Sebelumnya diberitakan lahan SDN 356 Desa Papakaju Kecamatan Suli, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kembali disegel oleh ahli waris.
Lahan SDN 356 Papakaju sebelumnya disegel oleh ahli waris, Maret 2022 lalu tapi setelah dilakukan mediasi dan membangun kesepakatan dengan ahli waris, maka pemblokiran jalan masuk lahan sekolah tersebut dibuka. (rls)



×


FP2KEL Nilai Kadis tak Serius Tangani Pendidikan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link