GOWA, BKM — Selama delapan hari pada pertengahan Agustus mendatang, ribuan siswa SMA sederajat se-Sulawesi Selatan akan mengikuti Kemah Merdeka Toleransi yang dipusatkan di Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
Kemah Merdeka Toleransi yang diselenggarakan jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Selatan ini, menurut Kepala Kantor Kemenag Sulsel KH Khaeron, bagian dari Pekan Merdeka Toleransi sekaligus juga untuk memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI.
”Peserta kemah ini terdiri dari para siswa siswi Madrasah Aliyah dan SMA sederajat di Sulawesi Selatan yang memiliki latar belakang agama berbeda. Harapan kami agar generasi muda memiliki sikap dan tindakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan, menghargai konstitusi, menghargai kearifan lokal dan juga menghargai prinsip-prinsip ajaran agama masing-masing maupun ajaran agama orang lain,” papar KH Khaeroni.
Dikatakan, beberapa rangkaian kegiatan pada Kemah Merdeka Toleransi ini, antara lain akan digelar berbagai macam lomba, kerja bakti, bersih-bersih rumah ibadah dan beberapa kegiatan lainnya.Hal itu dikatakan KH Khaeroni saat melakukan silaturahmi terkait persiapan kegiatan tersebut ke Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan diterima Adnan di ruang rapat pimpinan lantai dua, Selasa siang (26/7).
Terkait rencana kegiatan ini, Bupati Adnan pun mengapresiasi besar. Bahkan Adnan mengatakan siap mendukung pelaksanaan Kemah Merdeka Toleransi tersebut. ”Kita support siapa pun yang berkegiatan di Kabupaten Gowa. Apa yang bisa dibantu kami akan bantu, misalnya mobil PDAM untuk sarana air bersih, kita akan bantu,” kata Adnan.
Adnan juga menyambut baik ditunjuknya Kabupaten Gowa sebagai tempat pelaksanaan Kemah Merdeka Toleransi. Menurutnya tentu ini akan menjadi ajang silaturahmi antar umat beragama di Sulawesi Selatan, sehingga mampu menciptakan situasi yang aman dan tentram.
”Ini adalah bagian untuk menjaga silaturahmi. Saya juga berterimakasih karena Gowa dipilih sebagai tuan rumah. Gowa sudah tepat tempatnya, karena Gowa memang sudah sering ditempati acara untuk perkemahan atau pertemuan akbar. Air, listrik juga sudah ada dan tempatnya yang rata, sehingga cocok dan representatif digunakan,” papar Adnan.
Selain membahas kesiapan pelaksanaan kemah tersebut, Adnan juga menyampaikan salah satu program keagamaan Pemkab Gowa kepada jajaran Kemenag Sulsel yakni program Satu Hafidz Satu Desa dan Satu Hafidz Satu Kelurahan. Program ini bekerjasama dengan seluruh desa dan kelurahan dan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Dalam program ini, jelas Adnan, para santri ini ketika selesai selain dapat menghapal Al Qur’an juga akan mendapatkan gelar S1 dari UIN Alauddin Makassar. ”Kami punya program Mahasantri yang dikerjasamakan dengan UIN Alauddin Makassar. Program ini bagian dari program Satu Hafidz Satu Desa dan Satu Hafidz Satu Kelurahan itu dimana para santri ini tiga tahun di rumah tahfidz menghapal Alquran dan dua semester di UIN kuliah dengan mata kuliah yang berkorelasi dengan hapalan Al Qur’an,” jelas bupati Gowa didampingi Kadis Sosial, Firdaus, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan, Andi Tenriwati Tahri, Kabag Kesra Setkab Gowa, Ratnawati, serta Kepala Kantor Kemenag Gowa, Aminuddin. (sar)

