Site icon Berita Kota Makassar

Delapan Proyek Keluar dari PSN, Kereta Api di Sulsel Bertahan

MAKASSAR, BKM — Pemerintah saat ini terus memantau progres dari sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN). Dalam perkembangan terbarunya, tercatat ada delapan proyek yang dikeluarkan dari daftar PSN menjelang semester II /2022 ini.

Untuk memperkuat itu, akan dikeluarkan Peraturan Menteri Perokonomian nomor 9 tahun 2022, sebagai perubahan dari Permenko nomor 7 tahun 2021, di mana ada 208 proyek dan 10 program dengan estimasi nilai investasi Rp5.739 triliun.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, menyebut bahwa terdapat perubahan atas daftar PSN mengubah 208 proyek dan 10 program. Sehingga nantinya akan menjadi 200 proyek dan 12 program.

Dari delapan proyek tersebut, yang telah pasti keluar yaitu proyek Bendungan Tiro Aceh, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api, Cikarang Bekasi Laut (CBL), Kereta Api Kalimantan Utara, dan Bandara Bali Utara.

Seperti diketahui, daftar PSN pertama kali ditetapkan melalui Perpres nomor 3 tahun 2016 dan telah dilakukan revisi sebanyak empat kali. Perubahan terakhir melalui Permenko Nomor 7 Tahun 2021.

Di Sulsel sendiri, saat ini ada sembilan PSN yang sedang berproses pengerjaanya. Ada yang masih berkutat dengan pembebasan lahan, namun ada juga yang selesai. Sembilan PSN tersebut, yaitu Jalan Tol Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar, kemudia ada Makassar New Port.
Begitu pula dengan proyek Kereta Api Maros-Makassar masih bertahan.

Selain itu, di, sektor pengairan ada tiga bendungan, yakni Bendungan Karraloe Bendungan Passelorang, dan Pammukulu. Juga jaringan irigasi dari Bendung Baliase. Ada pula Kawasan Industri Takalar, serta Kawasan Industri Bantaeng. Hal ini sesuai dengan Perpres 109 tahun 2020.

Sebelumnya, dalam Perpres nomor 3 tahun 2016, Bendungan Jenelata dan Spam Mamminasata, menjadi dua proyek yang masuk dalam PSN di Sulsel, namun akhirnya dikeluarkan.

Dua bendungan yaitu Bendungan Karraleo dan Passelorang telah diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Sulkaf S Latif, mengatakan jika ada PSN yang dikeluarkan di Sulsel tentu akan memberikan dampak buat invetasi yang tercatat di provinsi.
“Tentu ini akan memberikan dampak buat invetasi. Pembebasan lahan saja ini sudah tercatat sebagai investasi. Belum lagi kalau dibangun. Artinya, jika ini terealisasi tentu artinya ada perputaran uang terjadi di sini,” terang Sulkaf, Kamis (28/7).

Ia mencontohkan, pembangunan Kereta Api Makassar-Parepare saat ini terus dikerjakan. Namun untuk penetapan lokasinya masih tertunda di Makassar, karena penolakan.

“Ini tentu akan merugikan. Ada uang yang akan beredar dari pembebasan lahan Rp1,2 triliun. Kalau ini kemudian terkendala, sangat merugikan,” ujarnya

.
Sulkaf menyebutkan, proyek kereta api ini bukan invetasi yang sebentar, tapi jangka panjang. Sebab ada pergerakan barang dan jasa. Untuk itu ia berharap proyek ini dapat segera rampung sehingga dapat menumbuhkan invetasi lainnya di wilayah sekitar. (jun)

Exit mobile version