GOWA, BKM — Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Konsolidasi dengan Pemangku Kebijakan Tingkat Daerah melalui Sarasehan Genre bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI di Sekolah MTs Muhammadiyah Malino, Sabtu, 30 Juli 2022. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang penyiapan kehidupan remaja sebelum memasuki jenjang pernikahan, agar ke depan dapat menciptakan keluarga yang berkualitas, sehat dan bebas dari stunting.
Hadir dalam kegiatan ini, anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham, SE, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Dra Hj Andi Ritamariani,M.Pd, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Gowa Sofyan Daud, S.Sos, MM, serta Kepala SMK Muhammadiyah Malino Muhammad Arfah, SE.
Turut hadir memberikan materi dalam kegiatan sarasehan genre tersebut, Ustaz Muhammad Nur Maulana. Ia membawakan tausiyah tentang pencegahan pernikahan dini serta penyiapan diri sebelum menikah.
“Kasus perceraian banyak terjadi pada remaja yang menikah di usia dini, akibat para remaja belum matang secara mental dan belum siap untuk hidup berkeluarga. Jadi menikah itu harus disiapkan dan direncanakan,” ujar Ustaz Maulana.
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham, mengatakan untuk menyelesaikan masalah stunting harus dengan pemberian edukasi dan pemahaman kepada remaja bagaimana menghindari terjadinya kelahiran stunting, salah satunya dengan bekal penguatan akhlak.
Kepala BKKBN Sulsel Andi Rita dalam kesempatan itu, mengatakan masalah stunting harus dicegah dari hulu, yakni pada fase remaja dengan memberikan edukasi pranikah kepada remaja. “Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan kembang yang terjadi pada anak akibat kekurangan gizi kronis, khususnya di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Salah satu penyebabnya akibat rendahnya kualitas kesehatan anak karena kurang mendapat asupan gizi seimbang,” ujar Andi Rita.
Disebutkan Andi Rita, pencegahan masalah gizi pada anak usia remaja bisa dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat dan makan makanan bergizi seimbang. “Para remaja kelak akan menjadi orang tua dan diharapkan dapat menghasilkan generasi yang unggul dan sehat bebas dari stunting,” imbuhnya.
Setiap remaja perlu memiliki perencanaan kehidupan berkeluarga sejak dini, harus sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, sehingga ketika hamil akan melahirkan anak yang sehat dan tidak stunting.
“Untuk menekan angka stunting perlu dilakukan dimulai dari 1.000 Hari Pertama Kehidupan dengan memberikan edukasi pola asuh anak dan gizi, serta penyiapan kehidupan remaja sebelum berkeluarga, khususnya remaja putri,” tandas Andi Rita. (rls)
