Site icon Berita Kota Makassar

Kepala BKKBN Sulsel: KB Bukan Hanya Tanggung Jawab Istri, tapi Juga Suami

PAREPARE, BKM — Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan Dra Hj Andi Ritamariani,MPd mengatakan, menggunakan alat kontrasepsi bukan hanya menjadi tugas istri, tapi juga menjadi tanggung jawab suami.

Hal ini disampaikan Andi Rita saat memberikan arahan pada kegiatan Pembinaan Kesertaan KB Pria bersama Mitra Kerja dalam rangka TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan dan Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 tahun 2022 bertempat di Rumah Sakit Regional dr Hasri Ainun Habibie

“Banyak yang memandang urusan KB adalah urusan perempuan, padahal laki-laki juga dapat menggunakan alat kontrasepsi. Saat ini ada dua pilihan kontrasepsi yang dapat digunakan yaitu vasektomi dan kondom,” kata Andi Rita.

Rendahnya partisipasi suami menggunakan KB, disebutkan karena pemahaman alat kontrasepsi pria yang masih rendah. Selain itu, rumor yang banyak beredar di masyarakat menimbulkan kekhawatiran dimana vasektomi sering diidentikkan dengan kebiri.

“Vasektomi dan kebiri adalah dua hal yang sangat berbeda. Vasektomi hanya memutus saluran sperma untuk mencegah terjadi pembuahan sel telur oleh sperma” terang Andi Rita.

Untuk meningkatkan partisipasi suami dalam program KB, BKKBN terus melakukan edukasi terkait KB pria. Salah satunya dengan kampanye dengan melibatkan para akseptor KB pria sebagai motivator.

“Dengan keikutsertaan suami menggunakan KB, diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan keluarga, khususnya istri yang tidak lagi harus menggunakan alat KB,” jelasnya.

Andi Rita menegaskan, menggunakan vasektomi harus memenuhi syarat, yakni dapat dilakukan kepada Pasangan Usisa Subur (PUS) yang tidak ingin memiliki anak lagi, serta telah memiliki anak yang cukup. Keputusan untuk melakukan vasektomi merupakan kesepakatan bersama dengan pasangan.

“Seluruh metode kontrasepsi tidak ada yang sempurna. Artinya, kemungkinan ada kegagalan. Termasuk vasektomi. Oleh karena itu untuk harus ada izin istri,” terang Andi Rita.

Tim Dokter Urologi Rumah Sakit Pelamonia Makassar yang dipimpin dr Abdul Malik Yusuf, SpU dalam kesempatan itu, menjelaskan vasektomi dilakukan melalui bedah minor dengan pemberian anestesi lokal pada area testis dan skrotum. Pembedahan tanpa mengunakan pisau atau tanpa sayatan, dengan durasi pengerjaan sekitar 10-20 menit.

Ditambahkan, vasektomi hanya memotong dan mengikat saluran sperma guna mencegah sperma mencapai air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi ketika berhubungan seksual. Proses penyembuhannya sangat cepat dan efek samping yang ringan. Selain itu, efektivitasnya sangat tinggi dalam mencegah kehamilan, yakni mencapai 99,9 persen.

“Vasektomi tidak memengaruhi aktivitas seksual. Keuntungannya, vasektomi efektif dan aman, namun vasektomi tidak dapat mencegah penyakit infeksi menular seksual,” terang dr Malik. (rls)

Exit mobile version