MAKALE, BKM — Komisi III DPRD Tana Toraja menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala Bandara Toraja Airport, Agus Nur Cahyo membahas subsisdi penerbangan rute baru ke Balikpapan, Jumat (5/8) lalu.
Hanya saja piha maskapai Wings Air yang siap melayani penerbangan rute baru tersebut tidak hadir saat dilaksanakan RDP dengan Komisi III DPRD Tana Toraja, padahal banyak hal yang dibahas pada kesempatan tersebut.
Wings Air adalah maskapai penerbangan grup PT Wings Abadi Airline, anak perusahaan Lion Air, khusus melayani penerbangan jarak pendek menggunakan pesat baling-baling jenis ATR 72.
Anggota Komisi III DPRD Tator Kristian HPLambe, Sabtu (6/8) mengatakan dua opsi kerjasama ditawarkan Pemkab dengan PT Wings Air selain sistem jaminan seat (bukan block seat). Aturan mainnya dihitung rute pulang pergi dengan jumlah seat 60. Artinya sekali terbang 60 seat dan pulang pergi (PP) 120 seat.
Kerjasama kedua belapihak pemerintah tidak ada mengambil keuntungan, melainkan untuk melayani masyarakat. Opsi kedua, Pemkab berkontrak dengan pihak Wings Air yaitu Block Seat sebanyak 60 orang. Kalau penumpangnya di bawah 60 orang maka pemerintah daerah yang menutupi kekurangannya.
Untuk diketahui Pemprov Sulsel telah menyediakan anggaran hibah sebesar Rp 2 milyar subsidi penerbangan rute Toraja-Balikpapan (PP).
Pembukaan layanan penerbangan rute baru Toraja-Balikpapan didasari potensi Toraja penyangga Kalimantan, ibukota negara (IKN) baru dan mendapat dukungan penuh diaspora Toraja domisili di pulau Kalimantan. (gus/C)
