GOWA, BKM — Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa, Kamsina, meminta mahasiswa KKN Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiah (MAs) saat berinteraksi dengan masyarakat yang tersebar di 167 desa dan kelurahan pada 18 kecamatan baik dataran rendah maupun dataran tinggi agar memberikan edukasi bahaya penggunaan obat-obatan terlarang atau narkoba.
Permintaan itu disampaikan Kamsina kepada 352 mahasiswa dari 45 Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiah (PTMAs) se-Indonesia yang melaksanakan KKN MAs di Kabupaten Gowa, Maros dan Takalar tidak hanya semata menjalankan tugas praktek lapangan sesuai program perguruan tinggi namun juga membantu pemerintah melakukan edukasi ke masyarakat bawah agar tidak mendekati perilaku negatif khususnya bahaya narkoba.
”Iya, kami di Gowa ini kedatangan tamu mahasiswa. Jumlahnya 352 orang (namun terbagi KKN di Maros dan Takalar). Para mahasiswa PTMAs ini akan melakukan pengabdian implementasi mata kuliahnya dan mereka ditempatkan di seluruh pelosok daerah Gowa. Kita berharap selama melakukan kuliah di Gowa ini dapat menciptakan kenyamanan saat berinteraksi dengan masyarakat. Hal paling ringan adalah posko KKN dijadikan seperti rumah sendiri dimana hal utama adalah menjaga kebersihan posko,” kata Sekkab Gowa Kamsina, Senin (8/8).
Kamsina mengatakan, pasca penerimaan secara resmi mahasiswa KKN MAs ini pada Kamis (4/8) di Baruga Karaeng Galesong, dirinya berharap mahasiswa MAs tidak hanya menjalankan misi universitasnya, namun juga dapat membantu pemerintah kabupaten untuk memberikan penyuluhan dan edukasi tentang bahaya narkoba tersebut di tengah remaja, pemuda serta masyarakat desa secara umum.
”Berilah edukasi kepada masyarakat bahwa menggunakan narkoba itu tidak ada gunanya, baik bahaya untuk diri kita sendiri maupun dampak buruknya untuk masa depan masyarakat. Bahaya laten narkoba kini sudah merambah kehidupan masyarakat desa. Karena itu kita semua berkewajiban memerangi itu dengan memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk tidak terjebak didalam peredaran, penggunaan obat-obatan terlarang tersebut,” pinta Kamsina berharap mahasiswa KKN MAs dapat menjadi penyambung lidah pemerintah ke masyarakat luas.
Sebelumnya, Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, menjelaskan, kegiatan KKN ini merupakan salah satu cara Muhammadiyah untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dalam bentuk pengabdian yang diwakili oleh perguruan tingginya.
”Tahun ini Unismuh Makassar jadi tuan rumah . Karena jumlahnya masih terbatas, berdasarkan hasil audience kita, ada tiga daerah yang jadi lokus KKN ini, yakni Gowa, Maros, dan Takalar. Jadi 352 mahasiswa kami tersebut tersebar di tiga daerah ini,” kata Rakhim Nanda. (sar)
