Site icon Berita Kota Makassar

Dinas PPPA Sosialisasi Pencegahan dan Perlindungan Anak

ENREKANG, BKM — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Enrekang melakukan sosilalisasi pencegahan dan perlindungan korban kekerasan anak dan perempuan kepada seluruh Lurah dan Desa se- Kecamatan Enrekang di Aula Kecamatan Enrekang, Senin (8/8).

Kepala Dinas P3A Burhanuddin mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang perlindungan kekerasan perempuan dan anak
“Pemerintah fokus untuk masa depan bangsa bangsa, dengan membina dan melindungi anak, tentu melalui peran perempuan tanpa mengurangi peran ayah,”kata Burhanuddin.
Dia mengatakan pernikahan dini di Kabupaten Enrekang menjadi perhatian khusus oleh pemerintah setempat untuk mencegah terjadinya anak melihirkan anak.

“Seperti yang sering disampaikan Ketua Tim PKK Enrekang,jangan sampai anak melahirkan anak.Usia kategori anak 18 tahun kebawah ini yang akan jadi perhatian khusus karena di Enrekang angka pernikahan dini masih tergolong tinggi,”ucapnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Enrekang, Hj Johra MB menjelaskan pentingnya pencegahan kekerasan kepada anak sekaligus melakukan perbaikan pola asuh dari 1.000 HPK hingga usia 18 tahun oleh orang tua terutama ibu.

”Bentuk kekerasan pada anak banyak jenisnya, menurut saya segala sesuatu yang berdampak negatif pada anak itu termaksud kekerasan, yang menjadi Hak-Hak anak harus kita penuhi dan lindungi,”kata Hj Johra.
Dia menambahkan dalam melihat kekerasan pada anak dan perempuan harus diperhatikan dengan jeli dan teliti
“Anak merupakan aset bangsa dan perempuan adalah kuncinya untuk mecetak generasi-generasi emas, disini peran lurah dan desa untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan ibu dan anak,” tandasnya.
Ketua LSM Sulawesi Baru Wahyudin Djamar mengatakan data proyeksi BPS jumlah perempuan dan anak kedepannya meningkat sehingga dapat menjadi potensi terjadinya kekerasan anak dan perempuan.

“Sejalan dengan yang disampaikan Ketua TP PKK tadi bahwa proyeksi BPS 2036 71 persen penduduk Indonesia terdiri dari perempuan dan anak ini dapat menjadi potensi, untuk itu pencegahan dan perlindungan kekerasan anak dan perempuan sangat penting,”jelasnya.(her)

Exit mobile version