Site icon Berita Kota Makassar

Jaksa Gandeng Ahli Hitung Kerugian Proyek Smart Toilet

MAKASSAR, BKM — Tim penyidik Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Pelabuhan Makassar melibatkan ahli konstruksi dan auditor independen. Pelibatan ini untuk melakukan audit perhitungan kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan proyek pembangunan ‘Smart Toilet’, di Kecamatan Wajo dan Kecamatan Ujung Tanah.

Proyek tersebut telah menghabiskan anggaran yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp1,7 miliar. Anggarannya disalurkan melalui APBD Kota Makassar tahun 2018 yang peruntukannya bagi Dinas Pendidikan Kota Makassar.
Selain menggandeng ahli, penyidik Cabjari Pelabuhan Makassar juga masih terus memaksimalkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. ”Dalam penyidikan ini, sudah ada sekitar 18 orang saksi yang telah kita periksa dan kita mintai keterangannya,” ujar Kepala Cabjari (Ka Cabjari) Pelabuhan Makassar, Rionov Oktana, Selasa (9/8).
Saksi yang telah diperiksa menurut Rionov adalah merupakan saksi-saksi yang pernah dimintai keterangannya waktu kasus ini masih ditahap penyelidikan. Yaitu saksi dari pihak sekolah maupun dari pihak Dinas Pendidikan Kota Makassar, serta dari pihak rekanan.

Diketahui, sebelumnya dalam tahap penyelidikan kasus ini ada 21 orang yang telah dimintai klarifikasi. ”Tentunya mereka yang sudah kita mintai keterangannya waktu di penyelidikan. Pasti akan kita mintai ulang keterangannya lagi di tahap penyidikan ini.

Guna lebih memperkuat lagi, alat bukti yang ditemukan di tahap awal. Termasuk menggandeng ahli untuk membantu penyidik dalam melakukan perhitungan kerugian negara di kasus ini. ”Kita telah meminta ahli untuk melakukan perhitungan kerugian negara, termasuk juga ahli konstruksi,” tandasnya.
Hanya saja, Rionov belum mau membeberkan, ahli darimana yang telah digandeng penyidik. ”Yang jelas ahlinya sudah on progress lah. Nanti akan kita sampaikan kalau sudah ada hasilnya,” tukasnya.
Diketahui, sebelumnya bahwa dalam kasus ini Kecamatan Wajo keciprat anggaran proyek pembangunan ‘Smart Toilet’ sebesar Rp699 juta, untuk 3 Sekolah Dasar (SD). Sedangkan untuk di Kecamatan Ujung Tanah dialokasikan anggaran sebesar Rp1,65 miliar, untuk 7 sekolah yakni 6 SD dan 1 SMP. (mat)

Exit mobile version