MAKASSAR, BKM — Jelang launching lorong wisata (longwis) 17 Agustus mendatang, persiapan sejumlah lorong belum semuanya tuntas. Bahkan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto, mendengar laporan kalau beberapa program longwis jalan ditempat.
Kata Danny, laporan dari Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, ada beberapa lurah yang kerjanya tidak maksimal.
Karana itu, pembangunan longwis ini sekaligus menjadi bahan untuk mengevaluasi para lurah.
“Ada lurah yang cuma bicara saja kerjanya tidak bagus, ini sambil kita evaluasi lurah karena Bu wawali hampir tiap hari turun meninjau progres lorong wisata,” jelasnya.
Ia pun terus mengusahakan agar pembangunan longwis dikebut.
Danny juga menegaskan bahwa tidak ada target menarget dalam pembangunan longwis ini, intinya 1.000 lorong harus selesai tahun ini
“Tidak pernah saya kasi target 46 longwis dilaunching 17 Agustus,” tegasnya.
Sementara itu, setiap lorong wisata (longwis) di Makassar nantinya akan dipasangi login sebagai simbol yang terbuat dari granit.
Granit dengan tulisan Lorong Wisata tersebut dilakukan di akses masuk atau enterance lorong wisata. Ukurannya 5×5 meter persegi.
Granit tersebut dipesan khusus di salah satu pabrik keramik di Pulau Jawa. Progres pembuatannya sejauh ini masih lambat. Padahal, sejumlah lorong wisata yang akan dilaunching 17 Agustus ini sudah harus punya logo tersebut.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Makassar, Alamsyah Noorhaq, mengatakan, untuk pengadaan material masih sementara dalam proses pemesanan.
“Bahan tersebut diprediksi tiba sekira tanggal 15 hingga 17 Agustus. Sementara kami menunggu pengiriman semen perekatnya, karana itu khusus outdoor bukan semen biasa,” ucapnya.
Kendati demikian, sudah ada dua titik lorong yang dipasangi granit. Yakni lorong wisata di Jalan Sungai Pareman dan Jalan Sungai Walanae.
Sisa menunggu logo bertuliskan lorong wisata yang akan melengkapi kebutuhan infrastruktur lorong tersebut.
“Kalau logo kira-kira bulan September baru ada, karena itu dicetak khusus. Tapi sekarang sudah ada dua logo yang akan kami pasang di Jalan Sungai Paremen dan Walanae,” jelasnya.
Saat ini Dinas PU sementara melakukan perbaikan jalan di lorong. Termasuk penyanggah untuk lorong yang akan digranit.
“Sebanyak 28 titik sedang on progres per hari ini, itu lanjut terus untuk pemasangan landasan beton yang akan digranit,” sebutnya.
Adapun anggaran khusus perbaikan jalan lorong wisata disiapkan sekitar Rp5-6 miliar. (rhm)
