Site icon Berita Kota Makassar

DPP Partai Ummat Berhentikan Pengurus Berulah

MAKASSAR, BKM–Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat telah memberhentikan sejumlah pengurus, baik yang pernah terjatat di Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) maupun di Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Hal ini lantaran para pengurus berulah dan ada pula yang melakukan pembangkangan atas keputusan organisasi.
Seperti diketahui, sejumlah pengurus diberhentikan jelang masa verifikasi, namun ada pula yang mundur secara terbuka.
Mereka mengambil sikap meninggalkan partai besutan Prof Amien Rais ini setelah mosi tidak percaya yang dilakukan kepada DPP agar mengganti Ketua DPW Partai Ummat Sulsel, Abdul Hakim tidak dikabulkan.
Informasi yang dikumpulkan ada 17 pengurus DPD yang mengajukan mosi tak percaya itu tidak dikabulkan oleh DPP dengan pertimbangan sudah siap melakukan pendaftaran dan verifikasi parpol.

Mantan Ketua Bappilu Partai Ummat Sulsel Muhammad Ikbal Majid menegaskan dirinya bersama pengurus DPW dan DPD kabupaten/kota tidak diamputasi alias dipecat. Melainkan memilih mundur dari keanggotaan setelah tawarannya ditolak DPP.
“Opsi yang kami tawarkan ke DPP dua pilihan. Kalau pak Hakim dipertahankan maka kami 80 persen pengurus DPW keluar dari struktur karena kami nilai pak Hakim saat itu tidak serius memimpin partai,” katanya, Rabu (10/8).

Opsi selanjutnya, kalau mosi tidak percaya itu diterima DPP, maka ketua DPW harus diganti dengan tokoh yang layak menjadi ketua partai dan punya pengaruh di Sulsel.
Alasan utamanya kader tersebut tidak menginginkan Hakim, karena dinilai tidak kapabel memimpin partai. Dia disebut tidak punya track record memimpin organisasi.

“Tidak punya kesungguhan untuk membantu pengurus DPD dari sisi financial dalam rangka menghadapi verifikasi faktual menyebabkan 17 DPD ikut menandatangani mosi tidak percaya yang ditujukan kepada DPP,” jelasnya
“Dari 17 itu, lebih banyak yang konsisten mundur tetapi ada juga yang sekretarisnya mundur ketuanya tetap bertahan,” sambungnya.
Olehnya, Ikbal menegaskan kader yang hengkang bukan karena membangkang, justru ingin menyelamatkan partai. “Meski pun kami di luar struktur kami tetap mencintai Partai Ummat dan berharap bisa lolos verifikasi faktual,” ujarnya. (jun/rif)

Exit mobile version