Site icon Berita Kota Makassar

Pelayanan PDAM Masih Jauh dari Harapan

MAKASSSR, BKM– Pelayanan air bersih yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar masih jauh dari yang diharapkan.

Banyak masyarakat yang masih mengeluhkan tidak terlayani secara baik. Padahal sudah menjadi pelanggan PDAM cukup lama.
Belum lagi beberapa wilayah, seperti timur dan utara kota yang jangkauan layanan air bersih masih minim.
Salah seorang pelanggan, Ardiansyah (32), warga Jalan Nuri Baru misalnya. Mengeluhkan jika pasokan air bersih yang mengalir ke rumahnya kian hari makin sedikit.

Kondisi itu mulai terjadi saat ada pipa bocor di kawasan Mallengkeri. Air yang mengalir ke rumahnya sangat sedikit.Ini telah berlangsung selama dua bulan.
“Dua bulanmi kayaknya begini terus. Kadang bagus kadang jelek. Biar pakai mesin, kosong ji air,” ungkap bapak dua anak ini.
Dia mengaku pernah mengeluhkan persoalan ini ke PDAM. Petugas dari perusda milik Pemkot Makassar tersebut sempat datang meninjau ke rumahnya. Namun setelah itu, tidak ada perubahan.

Direktur Utama PDAM, Beni Iskandar mengaku cakupan layanan PDAM saat ini memang masih berada di angkat sekitar 62 persen.
Saat ini, yang cukup mendesak untuk dilakukan adalah membangun instalasi baru supaya cakupan layanan air minum PDAM Kota Makassar semakin bertambah.
Selain itu, untuk mengalirkan air secara maksimal ke pelanggan, pihaknya mendapat tantangan yakni terjadi kebocoran-kebocoran pipa akibat adanya pengerjaan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL).
“Kalau ada yang bocor, tentu kita harus melakukan normalisasi pendistribusian air. Apalagi kalau pipa yang bocor radiusnya cukup besar seperti yang terjadi di Mallengkeri,” jelas Beni.

Sementara itu, Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, mendorong PDAM Kota Makassar untuk meningkatkan layanan dan meminimalisir keluhan pelanggan.”Janganlah 62 persen (cakupan layanan). Kalau bisa 85 persen,” jelas Danny.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah investasi harus masuk ke PDAM.
“Harus investasi masuk. Undang semua tawarkan skema investasi. Kemudian bagi per wilayah,” tegasnya. (rhm)

Exit mobile version