MALILI, BKM — Staf Ahli Pembangunan, Rapiuddin Tahir didampingi Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Balobo Abbas, Forum Genre Provinsi Sulsel, Andi Alfhiksan, membuka kegiatan pelatihan pendidik sebaya dan konselor sebaya “Tentang Kita” bagi PIK Remaja se-Kabupaten Lutim di Gedung Simpurusiang Malili, Rabu (10/8).
Dalam sambutannya, Staf Ahli Pembangunan, Rapiuddin Tahir membeberkan bahwa, hasil survei demografi dan kesehatan Indonesia menunjukkan 62 persen remaja perempuan dan 51 persen remaja laki-laki memilih teman sebaya untuk menjadi tempat membahas tentang kesehatan reproduksi yang mereka alami.
“Dari hasil tersebut menunjukkan remaja yang berada di Indonesia ini sangat membutuhkan peran teman seusianya untuk saling berbagi informasi,” kata Rapiuddin.
Dalam rangka merespon permasalahan remaja, maka Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengembangkan program Genre, yakni program yang dikembangkan dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan usia perkawinan sehingga mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, berkarir dalam pekerjaan serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi.
“Dengan melibatkan remaja dalam program ganre tidak lagi alakadarnya dan dijadikan sebagai pelengkap, aksesoris dan objek akan tetapi harus menjadi subjek/pelaku yang aktif,” jelas Rapiuddin.
Salah satu bentuk partisipasi aktif remaja dalam program genre adalah dengan menjadi pendidik sebaya dan konselor, pengurus anggota PIK remaja maupun pengurus forum genre di kabupaten. Wadah ini selain sebagai tempat untuk mewujudkan kepeduliannya terhadap sesama remaja lain, juga sebagai wadah mengekspresikan ide, pemikiran, kreativitas, serta menyuarakan hak dan kebutuhannya sebagai warga negara.
“Dengan adanya PIK remaja ini, maka harus dijadikan sebagai implementasi secara bermakna dan mereka inilah yang akan menjadi tokoh kunci dalam menentukan hidup-matinya organisasi,” ungkap Rapiuddin. (rls)
