MAKASSAR, BKM — Usai melakukan lelang jabatan eselon II, direksi dan dewan pengawas badan usaha milik daerah (BUMD), kini giliran kepala sekolah (kasek) dan kepala puskesmas (Kapus) yang akan dilelang.
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto, mengatakan, sudah waktunya untuk melakukan revitalisasi dan perombakan besar-besar di jajaran kasek dan kapus.
“Saya akan segera revitalisasi semua puskesmas dan kepala sekolah. Terlalu lamami di situ orang-orangnya. Segera,” ungkap Danny saat ditemui di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, akhir pekan lalu.
Dia mengatakan, semua sudah harus diperbaharui. Seperti untuk posisi kepala puskesmas. Diakui banyak laporan yang masuk terkait layanan puskesmas yang tidak maksimal dan memuaskan.
Begitu juga dengan posisi kepala sekolah. Sebenarnya sejak awal sudah bisa laksanakan. Namun sayang, Disdik dinilai lamban mengeksekusi perintah wali kota.
“Jadi dua agenda yang akan kita lalukan dalam waktu dekat adalah seleksi kasek dan kapus. Sudah harus kita segarkan dengan mutasi,” jelasnya.
Rencananya, pemerintah kota akan melakukan lelang jabatan secara terbuka.
Sementara itu, Sekertaris BKPSDM Makassar, I Dewa Gede Widya Darma, mengatakan, pihaknya saat ini baru menerima laporan terkait lelang jabatan kepala sekolah.
Konsep ujiannya, para peserta nantinya akan menggunakan computer assisted test (CAT) atau ters berbasis komputer. Hanya saja, konsep ini masih menunggu persetujuan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
“Kalau tesnya itu baru saya terima soal lelang jabatan kepala sekolah. Kalau kepala puskesmas belum ada informasi dek,” tukas Dewa–sapaan akrab Sekertaris BKPSDM Makassar, Minggu (14/8).
Lelang jabatan kepala sekolah, kata Dewa, pihaknya akan membuka pendaftaran melalui aplikasi. Semua bisa ikut, termasuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Selama memenuhi persyaratan lelang jabatan tersebut.
“Jadi, lelang jabatan ini kita buka. Tapi lingkup Pemkot Makassar. PPPK juga bisa ikut,” tegasnya.
Dewa memprediksi, pendaftar lelang jabatan kepala sekolah akan membludak. Sebab, pejabat saat ini akan ikut lelang terbuka ini. Berdasarkan data, ada sekira 300 kepala sekolah tingkat SD-SMP.
“Ada 500 lebih seperti akan ikut lelang jabatan kepala sekolah ini. Tapi saya bingung nanti soal model wawancara, makanya harus cepat ketemu dengan kepala dinas pendidikan seperti apa konsepnya,” tukasnya.
Sambung Dewa, dirinya menilai lelang jabatan kepala sekolah tidak mudah. Sebab, ada beberapa persyaratan yang akan menjadi kendala peserta. Seperti sertifikat calon kepala sekolah (Cakep) dan guru penggerak.
“Banyak guru di Makassar tapi tidak semua berlabel guru penggerak. Syaratnya lagi yang berat itu, harus punya sertifikat cakep,” jelasnya. (rhm)
