Site icon Berita Kota Makassar

Bupati Serahkan Bantuan Baznas

BULUKUMBA, BKM — Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bulukumba, Senin (15/8).
Penyerahan bantuan merupakan pelaksanaan dari program Baznas di bidang kesehatan dan kemanusiaan, bidang pemberdayaan ekonomi mustahik, dan bidang pendidikan dan dakwah.

“Bantuan tersebut merupakan bentuk pendayagunaan dana ZIS para ASN, pengusaha dan masyarakat luas yang telah dihimpun oleh Baznas Bulukumba,” ujar Wakil Ketua Baznas, HM Yusuf Sandhy
Yusuf menyampaikan untuk program dakwah meliputi pemberian sound system untuk masjid dan majelis taklim, bidang pendidikan dengan pemberian bantuan untuk siswa berprestasi, bantuan pendidikan untuk siswa/mahasiswa dhuafa, bantuan penyelesaian studi untuk sarjana dan pasca-sarjana, fasilitasi pembelian pakaian seragam dan alat tulis untuk siswa dhuafa dan anak tidak sekolah (ATS).

Sementara di bidang kesehatan meliputi pemberian bantuan biaya pengobatan fakir miskin, dan bantuan pelunasan tunggakan BPJS Kesehatan untuk dhuafa.
Di bidang melalui Bulukumba PEDULI, Baznas memberikan pengadaan 20 unit rumah tinggal layak huni (RUTILAHU) untuk keluarga tidak mampu di masing-masing kecamatan. Di bidang ekonomi, pemberian modal dan alat usaha untuk 30 paket Z-Mart dan usaha Z-CHICKEN, di 10 kecamatan, yang semuanya diperuntukkan bagi keluarga fakir miskin.

Bupati Andi Muchtar menyampaikan kepada para penerima agar bantuan tersebut dimanfaatkan dengan baik. Bagi penerima bantuan pendidikan untuk lebih giat belajar lebih berprestasi. kepada yang mendapat modal usaha untuk bersungguh-sungguh menjalankan usahanya agar lebih meningkat ke depan.
“Saya berharap pergunakan bantuan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga bisa membantu kesejahteraan keluarga,” tandas Andi Utta.
Sementara itu, salah satu penerima bantuan usaha, Firmansyah menyampaikan terima kasih kepada Baznas Bulukumba karena telah memberikan bantuan modal usaha.
Bantuan seperti itu sangat membantu generasi muda seperti dirinya yang sementara merintis usaha. Banyak pemuda, lanjutnya ingin merintis usaha tapi terkendala modal.

“Alhamdulillah bantuan ini sangat membantu mengembangkan usaha kami ke depan,” kata Firmansyah yang saat ini merintis usaha ayam goreng krispi dan geprek di Caile.
Sebelum merintis usaha ayam gorengnya, Firmansyah mengaku bekerja sebagai karyawan di gudang salah satu perusahaan di Bulukumba.
“Akhirnya saya memilih usaha sendiri, karena usaha ini saya anggap lebih prospek ke depan,” ungkapnya. (min/C)

Exit mobile version