MAROS,BKM — Empat daerah di Sulawesi Selatan kini memiliki Mal Pelayanan Publik (MPP). Masing-masing Kabupaten Maros, Pinrang, Bantaeng, dan Kota Parepare. Peresmiannya dilakukan secara bersama yang terpusat di Plaza MPP Maros, Jumat (19/8). Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Mahfud MD hadir dalam acara ini.
MPP Maros berlokasi di eks Terminal Lama, Jalan Andi Pangerang Petta Rani. MPP Pinrang terletak di di Jalan Slamet Riyadi, MPP Bantaeng berlokasi di Jalan Kartini Nomor 2. Sementara MPP Pare-Pare berada di Jalan Bandar Madani Nomor 1.
Mahfud MD mengatakan, dulu reformasi kita adalah reformasi yang korup, reformasi yang penuh dengan korupsi.
“Pelayanan bertele-tele. Beberapa disertasi menyebutkan Indonesia mewarisi birokrasi kompeni. Untuk itu, butuh reformasi birokrasi,” terangnya.
Reformasi birokrasi, ungkap Mahfud, diarahkan ke dalam tiga bentuk. Pertama, penyederhanaan organisasi pemerintahan dalam urusan eselon-eselon. Kedua, pembinaan SDM, dan ketiga, digitalisasi.
“MPP yang kita resmikan hari ini adalah proyeksi dari tiga bentuk reformasi birokrasi itu. Seperti kita ketahui, kabupaten/kota di Sulsel merupakan pintu masuk Indonesia timur yang memiliki potensi di berbagai sektor dan sangat menjanjikan. Seperti investasi, manufaktur, pariwisata, hingga pengembangan-pengembangan sektor perikanan,” sebutnya.
Kebijakan MPP memberikan kemudahan bagi pengusaha di Indonesia, sekaligus menjadi upaya dalam meningkatkan daya saing global.
“Tingkat kemudahan pengusaha di suatu negara akan menunjukkan sejauh mana negara tersebut memberikan situasi kondusif bagi para investor menanamkan modalnya. Dengan hadirnya MPP secara tidak langsung tentu akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” pungkasnya.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam selaku tuan rumah peresmian pelayanan ini mengungkapan, pelayanan publik merupakan cerminan reformasi birokrasi menuju Indonesia yang maju. MPP hadir sebagai salau satu terobosan pemerintah dalam mengawal harapan dan kebutuhan masyarakat.
“MPP hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat yang cepat, tepat, murah dan mudah. Dengan menyatukan beberapa instansi dalam satu atap. Pengurusan kependudukan tidak lagi menggunakan banyak kertas, tetapi sudah mulai dengan reformasi digital,” ungkap Chaidir.
Semoga dengan hadirnya MPP dapat menjadi solusi bagi masyarakat memperoleh pelayanan serta dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. Tiap MPP, ungkap Chaidir, memiliki keunikan tersendiri yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kabupaten/kota.
“MPP Maros berlogokan kupu-kupu memberikan 97 layanan dari 20 instansi. Menyediakan sistem terintegrasi yang digunakan dalam antrean berbasis mobile dengan menggunakan aplikasi WhatsApp. Ini juga digunakan untuk memberikan survei kepuasan masyarakat, sehingga pengunjung dapat langsung mengisi survei tersebut dengan lebih mudah,” jelasnya.
(ari/c)
