MAKASSAR, BKM — Di era new normal saat ini, dibutuhkan semangat bagi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk kembali giat berproduktifitas pada usaha yang digelutinya. Untuk itu, segala upaya bersama perlu diusahakan untuk mempertahankan dan memulihkan sektor industri, termasuk pelaku IKM.
Kementerian Perindustrian gencar melakukan pembinaan agar para pelaku IKM tetap produktif sehingga mampu menggeliatkan perekonomian nasional. Salah satu langkah strategis yang dijalankan oleh pemerintah dalam upaya mencegah penurunan produksi dan menggerakkan kembali sektor industri adalah melaksanakan program peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan atau workshop.
Sebagai upaya mendukung hal tersebut, SMK SMTI Makassar menyelenggarakan pelatihan IKM bagi para pelaku UMKM, khususnya bagi para alumni SMK SMTI yang berprofesi sebagai wirausaha maupun yang berminat menjalankan wirausaha, serta memberdayakan UMKM di sekitar SMK SMTI Makassar.
Pelatihan diselenggarakan pada Jumat-Sabtu (12-13/10) di Gedung Teaching Factory Pengolahan Coklat SMK SMTI Makassar. Pelatihan mengusung tema tentang proses pengolahan produk cokelat dan produk turunannya yang dapat bernilai jual tinggi untuk menjadi bekal pengetahuan dan meningkatkan keterampilan bagi peserta dalam menjalankan usahanya.
“Pelatihan IKM untuk alumni dan pelaku IKM sekitar Makassar merupakan penerapan dari perjanjian kinerja (perkin) untuk program Corporate University (CorpU) Kementerian Perindustrian,” ujar Kepala SMK SMTI Makassar Basri Nur.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat PPVI Kementerian Perindustrian melalui zoom meeting. SMK SMTI Makassar merupakan unit satker BPSDMI Kementerian Perindustrian menjalankan fungsi sebagai sekolah vokasi menuju CorpU. ”Pelatihan IKM ini bertujuan mengembangkan kreativitas, produktivitas, kompetitif, pengembangan usaha baru serta upaya pendampingan usaha bagi pelaku IKM setempat,” imbuhnya.
Alumni dan masyarakat yang menjadi peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan. Hal ini terbukti dari banyaknya pendaftar setelah link pendaftaran dibuka selang waktu selama tiga jam sebelum pendaftaran tersebut ditutup. Jumlah pendaftar mencapai 83 calon peserta. Karena keterbatasan kuota peserta, maka terpilih 20 peserta yang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Peserta terpilih merupakan alumni SMK SMTI Makassar yang memiliki usaha produk olahan cokelat, alumni SMK SMTI Makassar yang ingin membuka usaha produk olahan cokelat, serta masyarakat sekitar yang memiliki jenis usaha yang dapat menggunakan produk olahan cokelat. Berikut 20 peserta yang terpilih beserta jenis usahanya
Sebagai sekolah di bawah naungan Kementerian Perindustrian yang menerapkan model pembelajaran dual system (sistem ganda), SMK SMTI Makassar memiliki fasilitas teaching factory pengelolaan produk cokelat. Dengan adanya fasilitas tersebut, selain digunakan sebagai tempat pembelajaran bagi siswa, juga dimanfaatkan untuk memberikan keterampilan bagi para UMKM dalam mempelajari proses pengolahan produk cokelat dan produk turunannya. Hal ini sejalan dengan salah satu harapan kinerja SMK SMTI Makassar, yakni turut serta membangun peningkatkan produktivitas UMKM.
(*/rus)
