MAKASSAR, BKM — Proyek-proyek yang direncanakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar yang akan dikerjakan tahun ini masih banyak belum ditender. Usulan untuk pengajuan tender sudah antre di LPSE, namun sejauh ini belum masuk dalam daftar lelang. Salah satunya adalah proyek rehabilitasi dan pembangunan saluran drainase.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar Sulhaelsy Zubir, menerangkan proyek yang bakal dikerjakan sudah antre namun masih menunggu untuk diproses tender. Meski begitu, ada juga yang dikembalikan ke Dinas PU karena ada dokumen tender yang belum lengkap dan mesti diperbaiki.
Hal itulah yang menyebabkan penyerapan anggaran dan progres kegiatan di lingkup Pemkot Makassar masih cukup rendah. “Tapi kalau sudah masuk proses tender semuanya, progress penyerapan anggaran Dinas PU bisa saja lebih tinggi dari dinas lain,” ungkap wanita yang akrab disapa Helsy ini.
Dia mengakui jika proyek saluran drainase harus secepatnya dieksekusi, karena saat ini sudah masuk Agustus. Sementara musim hujan tidak lama lagi. “Kalau dikerjakan musim hujan, akan mengganggu proyek. Bahkan bisa saja terancam tidak selesai,” ungkap Helsy.
Tahun ini, Dinas PU memprogramkan 12 titik pembangunan drainase, dan 25 titik perbaikan atau rehabilitasi drainase. Total anggarannya Rp41 miliar, terdiri dari Rp8 miliar drainase baru dan Rp33 miliar rehabilitasi drainase.
Untuk paket program drainase tahun ini, dari 47 paket pembangunan dan rehabilitasi drainase yang diprogramkan tahun ini, belum ada tanda-tanda pengerjaan. Sebanyak 29 paket telah tayang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), sementara 18 selebihnya masih dalam tahap persiapan.
“Sisa 18 yang belum tayang (LPSE). Memang dari paket proyek drainase itu belum ada yang selesai tender,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan SDA dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Makassar Nurhidayat Sukardin mengatakan, proyek drainase masih sementara berproses di Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Dayat –sapaannya– mengemukakan, ada tiga kegiatan menyangkut drainase. Antara lain pembangunan drainase, rehabilitasi, dan pemeliharaan drainase. Pemeliharaan drainase dilakukan oleh Satgas Drainase dengan melakukan pembersihan hingga pengerukan sedimen. “Kami punya 440 satgas drainase yang bertugas di lima rayon atau seluruh kecamatan di Makassar,” ucapnya.
Sementara untuk pembangunan dan rehabilitasi drainase ada 47 paket, anggarannya mencapai Rp54,5 miliar. Ia berharap proses tender dan penentuan pemenang kontrak bisa selesai akhir Agustus atau awal September mendatang.
Berdasarkan jadwal perencanaan, pembagunan drainase ditarget selesai selama empat bulan. Sementara rehabilitasi ditarget selesai tiga bulan. “Harapannya proyek drainase selesai akhir tahun,” ujarnya.
Informasi yang diperoleh dari BMKG, musim hujan pada umumnya berlangsung mulai November, kemudian puncaknya terjadi di Desember-Januari. Hanya saja, cuaca tahun ini cukup basah sehingga musim hujan diperkirakan lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.
Seperti tahun sebelumnya (2021) hanya delapan paket drainase pemkot Makassar yang selesai. Selain karena lambat tender, musim hujan juga menjadi kendala.
Warga Sudah Berteriak
Terpisah, Ketua Komisi C DPRD Makassar Sangkala Saddiko, menyebut bahwa Dinas Pekerjaan Umum (PU) harusnya sudah melaksanakan proyek jalan mencapai Rp128 miliar dan drainase sebesar Rp30 miliar di lima bulan terakhir tahun 2022.
“Saya belum komunikasi lagi, bagaimana pembicaraan terakhir dengan Dinas PU bahwa proyek jalan dan drainase ini bulan Agustus sudah harus jalan. Sekarang ini sudah tidak cukup lagi lima bulan, sementara proyek ini belum berjalan,” terangnya, Minggu (21/8).
Legislator Fraksi PAN DPRD Makassar ini melanjutkan, di triwulan III tahun anggaran 2022, pengerjaan fisik proyek masih terus berkutat di Unit Layanan Pengadaan. Padahal seharusnya awal Agustus sudah memasuki penandatanganan kontrak. Sedangkan total anggaran yang disiapkan untuk 48 pembangunan drainase Rp30 miliar dan rehabilitasi Rp32 miliar.
“Kemarin katanya (Dinas PU) soal proyek drainase dan jalan ini bakal direalisasikan dan sudah akan berjalan mulai Agustus ini, tapi belum ada laporan apakah sudah berjalan atau tidak. Saya juga masih di luar kota,” jelasnya.
Sesuai pagu anggaran, ada 11 paket jalan yang nilainya mencapai Rp128 miliar. Rinciannya, enam paket pembangunan jalan (betonisasi) dengan panjang 28.991 meter dan anggaran Rp67 miliar. Lima paket rehabilitasi jalan (aspal) sepanjang 26.396 meter yang anggarannya Rp61 miliar.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Makassar Andi Astiah, menjelaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum sudah diultimatum untuk segera melakukan analisis terhadap proyek jalan dan drainase yang akan selesai dikerjakan hingga akhir tahun.
“Semua warga sudah berteriak mana proyek jalan dan drainasenya. Karena selama ini pekerjaan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan dan drainase sudah lama tidak diprioritaskan. Apalagi ini di daerah rawan banjir,” bebernya.
Selama ini laporan yang masuk di DPRD Makassar, mengungkapkan bahwa proyek jalan dan drainase baru dalam tahapan lelang. Kini dalam tahap evaluasi nilai anggaran di ULP.
“Katanya semua sudah di Pokja ULP dan dalam tahap evaluasi. Karena memang setiap proses lelang itu ada evaluasi kewajaran harga. Jadi ada penambahan waktu lagi,” terangnya. (rhm-ita)
