MAKASSAR, BKM– Sebuah perusahaan pengembang terbaik dari Jepang, menghadirkan hunian kelas menengah dengan konsep ramah lingkungan bernama Sakura Village. Kawasan ini berlokasi di Jalan Goa Ria, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya.
Marketing and Promotion Manager PT DAX Indonesia, Adrianus Bannepadang mengatakan pada grand opening Sakura Village sebelumnya sudah dilakukan tahap pertama dan kedua. Kini, dalam tahap pembangunan ketiga yang menyiapkan 168 hunian dengan tiga tipe dan berteknologi Jepang.
“Perumahaan Sakura Village berkonsep Jepang pertama di Kota Makassar. Pembelian hunian untuk costumer hari ini kami memberikan promo spesial satu tiket gratis ke Jepang yang diundi serta diskon promote. Manajemen kami bekerja sama dengan pihak bank, dan kami sepakat untuk memberi promote khusus, yakni bebas biaya admin, biaya notaris dan hanya menanggung biaya asuransi,” ungkap Adrianus saat grand opening, Sabtu (20/8)
Tidak hanya itu, PT Dax Jaya Indonesi juga memberikan promo spesial beli rumah gratis satu undian tiket jalan-jalan ke Jepang dan satu buah motor bagi yang beruntung.
”Untuk tahap satu sudah sokd out. Tahap dua sisa 11 unit tipe Yuri 50/84 siap huni. Untuk sementara launching tahap tiga tipe Ayame 53 unit, sembilan unit ruko. Jadi ada 62 unit yang akan dimulai pembangunannya. Total keseluruhan 142 yang disiapkan PT Dax Jaya Indonesia,” jelasnya.
Sakura Village mempunyai tiga tipe dan satu tipe ruko, dengan delapan kelebihan untuk kenyamanan pemilik hunian. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp500 juta sampai Rp1,3 miliar.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Provinsi Sulawesi Selatan Dr Iqbal S Suhaeb yang hadir, menyebut bahwa sesuai data yang dia miliki, saat ini Sulsel kekurangan hunian atau tempat tinggal kurang lebih 300 ribu.
“Dengan hadirnya Sakura Village ini setidaknya bisa menutupi kekurangan hunian kita di Sulsel. Ini juga menjadi contoh bagi developer atau pengembang perumahan lain di Sulsel dalam menghadirkan konsep hunian yang betul-betul ramah lingkungan,” ujarnay. (ita)
