MAKASSAR, BKM — Satu lagi program studi (prodi) baru hadir di Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar. Namanya Bisnis dan Logistik Maritim.
SK prodi baru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI Nomor 161/D/OT/2022 itu diserahkan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sultan Batara (Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Gorontalo) Drs Andi Lukman,MSi kepada Direktur Polimarim AMI Makassar Dr H Amrin Petta Rani di Aula Kampus Polimarim AMI, Sabtu (20/8). Hadir menyaksikan sejumlah pejabat dari LLDikti Wilayah IX, para wakil direktur Polimarim AMI, dosen, karyawan serta taruna taruni.
Usai menerima SK tersebut, Amrin menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya. Dengan hadirnya prodi baru ini, berarti sudah ada enam program studi di Polimarim AMI. Lima prodi yang sudah ada sebelumnya, yakni Manajeman Pelabuhan
, Nautika, Permesinan Kapal, Transportasi Laut, dan Manajemen Logitik.
”Masih ada lagi satu prodi yang akan kita buka dan SKnya segera diserahkan, yaitu Rekayasa Permesinan Kapal. Berarti Polimarim AMI sudah memiliki tujuh prodi,” ujar Amrin yang baru saja pulang dari menunaikan ibadah haji.
Tak berhenti sampai di situ, Amrin menargetkan hingga periode masa tugasnya sebagai direktur pada tahun 2024 mendatang, akan ada lagi tiga tambahan, sehingga cukup 10 prodi. Karenanya, ia meminta kepada LLDikti Wilayah IX untuk tidak bosan-bosan memberikan arahan, nasihat, bimbingan serta layanan kepada Polimarim AMI.
Harapan tersebut cukup beralasan. Karena sejak berdirinya hingga di awal periode kepemimpinan Amrin selaku direktur, Polimarim AMI baru memiliki tiga prodi. Penambahan prodi baru, diakui Amrin sebagai suatu kemajuan dan bukti dari kerja keras bersama.
”Apa yang ada sekarang merupakan sebuah keberhasilan, yang dulunya dianggap tidak bisa dikembangkan. Karena itu, sebelum 2024 saya berharap kita bisa hadirkan S2 di kampus ini,” tandas Amrin.
Ia juga mengungkap pencapaian lain yang diraih dosen Polimarim AMI. Tahun ini tercatat ada lima orang yang mendapatkan sertifikasi dosen. Angka itu dinilai sangat luar biasa, karena sebelum-sebelumnya jika ada yang dinyatakan lolos hanya satu. ”Ini semua adalah berkah,” tandasnya.
Selain itu, lanjut Amrin, bulan ini akan diangkat lagi satu tenaga profesional untuk menjadi tenaga ahli di kampus. Ia mantan pejabat eselon satu lingkup kementerian Perhubungan dan ahli di bidang permesinan kapal. Sebelumnya, ada mantan pejabat di Sucofindo yang juga direkrut bergabung ke Polimarim.
Merespons apa yang disampaikan Amrin, Kepala LLDikti IX Andi Lukman menegaskan, pihaknya mendukung penuh apapun yang dilakukan Polimarim AMI. Bahkan kedatangannya kali ini untuk menyerahkan SK prodi baru, ia full tim. Karena, menurutnya, tidak boleh main-main dalam pengembangan perguruan tinggi.
”SK yang diserahkan ini untuk prodi keenam di Polimarim AMI. Dua minggu ke depan akan ada lagi satu. Prodi baru Bisnis dan Logistik Maritim ini belum ada di tempat lain. Banyak yang mengusulkan tapi tidak diberikan. Ini artinya apa? Pemerintah punya kepercayaan lebih kepada Polimarim. Karena itu harus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya,” kata Andi Lukman.
Mantan Sekretaris LLDikti Wilayah IX ini, mengakui bahwa semua prodi yang ada di Polimarim AMI saling berkaitan satu dengan lainnya. Ada manajemen dan logistik yang mengarah ke maritim. Apalagi prodi baru ini sarjana terapan.
Dalam kesempatan itu, Andi Lukman juga menyatakan dukungannya kepada Amrin untuk memimpin Polimarim AMI pada periode ketiga. Salah satu alasannya, agar prodi yang sudah ada bisa lebih dikembangkan ke depan. Sebab, menurutnya, penentu keberhasilan sebuah perguruan tinggi adalah kepemimpinan yang kuat, dan hal itu ada pada direktur saat ini. Hal itu dibuktikan dengan adanya tambahan tiga prodi baru di era Amrin sebagai direktur.
”Kami selalu mendukung hal-hal yang baik. Kampus ini sudah terlanjur besar. Sekarang eranya pendidikan vokasi. Bahkan lulusan akademik harus rasa vokasi. Karena lulusan vokasi siap pakai dan memiliki keterampilan yang bisa diandalkan,” terang Andi Lukman.
Ia juga memberi apresiasi kepada Polimarim, karena alumninya masa tunggu bekerja yang sangat singkat. Lulusan cepat mendapat pekerjaan yang layak menjadi indikator keberhasilan sebuah kampus. Orang tua memasukkan anaknya kuliah, salah satu alasan kuatnya adalah agar pekerjaannya terjamin.
Kepada tenaga kependidikan di Polimarim AMI, Andi Lukman mendorong mereka untuk menjadi doktor dan mendapatkan sertifikasi. Termasuk terus mengembakan sistem pembelajaran yang mengarah ke daring. Kurikulum juga harus di-update dengan menyesuaikan pasar kerja. Pelacakan alumni juga harus selalu dilakukan, sehingga terjalin komunikasi tentang potensi kerja para alumni. (*/rus)
