Site icon Berita Kota Makassar

Danny Ancam tak Izinkan Penggalian Proyek IPAL

MAKASSAR, BKM — Penggalian jalan untuk proyek Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di enam kecamatan dalam wilayah Kota Makassar menyisakan sejumlah persoalan. Salah satu yang paling banyak dikeluhkan adalah kerusakan jalan sangat parah yang terjadi pada banyak ruas jalan.
Galian IPAL Losari ini dilakukan di enam kecamatan, masing-masing Makassar, Tamalate, Mamajang, Mariso, Ujung Pandang, dan Wajo. Selain pekerjaannya yang sudah berlangsung lama, hampir semua warga yang melintasi jalan bekas digali untuk IPAL mengeluhkan kondisinya tidak lagi mulus.

Malah, ada yang hanya ditimbun seadanya dengan tanah dan tidak diaspal lagi. Jika hujan turun, akan terjadi kubangan lumpur di sekitar bekas galian IPAL.
Kondisi jalan yang buruk juga mengakibatkan sejumlah pengendara bermotor mengalami kecelakaan. Seperti yang dikeluhkan Kaharuddin Dg Sewang (50). Warga yang bermukim di Mappanyukki itu mengaku pernah terjatuh dari motor akibat kondisi jalan yang licin dan penuh kerikil.

“Waktu itu habis hujan. Saya melintas di Jalan Cendrawasi, dekat-dekat belokan mau ke Jalan Garuda. Jalannya tergenang air, terus banyak kerikilnya, jadi licin. Saya tidak bisa jaga keseimbangan. Akibatnya, saya terjatuh bersama anak saya,” ungkap lelaki yang akrab disapa Kahar ini.
Beruntung, kata dia, kendaraan yang melintas di sana semua lambat karena kondisi jalan yang buruk sehingga dia tidak ditabrak oleh kendaraan lain dari arah belakang.
Selain rawan kecelakaan, juga terjadi perlambatan arus kendaraan sehingga memicu kemacetan. Bagaimana tidak, hampir separuh badan jalan ditutup dengan seng pembatas proyek. Otomatis jalan yang tersisa hanya bisa dilewati satu arah secara bergantian.

“Ini kan menghambat perjalanan kita. Belum lagi kalau kita harus buru-buru menuju kantor,” cetus Kahar.
Pengerjaan proyek IPAL juga dikeluhkan warga yang memiliki usaha. Tempat usaha mereka banyak yang terhalangi oleh seng proyek. Selain itu, jalan menuju tempat usaha mereka sangat sulit untuk diakses.
Pantauan BKM, akses jalan ke sejumlah usaha kuliner di kawasan Jalan Cendrawasih jadi terganggu. Malah ada yang terputus jalan masuk dan keluarnya. Akibatnya, orang malas dan enggan ke tempat makan tersebut.

Berbagai keluhan terkait pengerjaan IPAL ternyata sampai ke Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto. Orang nomor satu Makassar ini pun dibuat geram.
“Masyarakat Kota Makassar mengeluh dengan kondisi jalan rusak parah dan berlubang. Bahkan tak sedikit pengendara yang menjadi korban,” ungkap Danny.
Sementara, warga selalu menyudutkan Pemkot Makassar dengan anggapan tak mampu memperbaiki jalan. “Orang selalu berpikir ini ulah pemkot. Tidak mampu urus jalan. Padahal ini pekerjaan balai. Proyek ini dari pusat,” beber Danny.

Karena itu, ia sangat keberatan dengan bekas pekerjaan kontraktor yang meninggalkan lubang-lubang berbahaya di Makassar. Danny pun mengancam tidak akan memberi izin pembangunan IPAL melintas di Jalan Balai Kota jika fungsi jalan yang sudah dirusak tidak dikembalikan ke kondisi semula.
“Jalan yang sudah digali harus dikembalikan ke kondisinya semula. Jika sudah bagus, maka pemkot baru memberi izin pengerjaan proyek IPAL tersebut. Kasih baik dulu jalan yang berlubang baru melintas ke Balai Kota,” tegasnya.

Apalagi, kata Danny, Makassar akan menjadi tuan rumah dalam sejumlah event, baik berskala nasional maupun internasional. “Kan malu kita kalau banyak tamu dari luar, mereka ingin menikmati Makassar tapi akses jalannya buruk,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar Zuhaelsy Zubir menerangkan dalam waktu dekat Pemkot Makasar akan bersurat ke Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Sulsel. Perempuan yang akrab disapa Helsy ini mengaku masih menyusun surat yang akan diajukan itu.
Adapun jalan yang diprioritaskan untuk diperbaiki yakni di Jalan Penghibur dan Jalan Hasanuddin. “Jalan penghibur dan belakang Balai Kota itu yang kami usulkan untuk segera diperbaiki,” terangnya.

Sebelumnya, BPPW telah berkoordinasi ke Pemkot Makassar untuk melakukan galian IPAL di Jalan Balai Kota. Namun atas instruksi wali kota, mereka belum diizinkan untuk melakukan pengerjaan sebelum memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Nantinya akan diserahkan ke Pemkot Makassar setelah selesai 100 persen, dengan catatan kondisi jalan harus pulih seperti semula.
Pembangunan IPAL Losari diketahui adalah proyek multiyears dari Balai Sarana Permukiman Wilayah Sulawesi Selatan Direktorat Cipta Karya Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Proyek ini menelan anggaran hingga Rp1 triliun.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar Noorhaq Alamsyah mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan rapat bersama konsultan dan kontraktor proyek IPAL. Dalam rapat tersebut dibahas recovery terkait perbaikan jalan yang dilalui oleh jaringan IPAL.
“Untuk beberapa titik yang masih melihat belum sempurna, itu memang masih ada pengerjaan di situ. Jadi dia sifatnya penambalan sementara. Karena mau memberikan efek bagi angkutan jalan supaya terhindar dari kemacetan lalu lintas. Makanya, saya minta ditambal sementara. Nanti baru ditambal sempurna,” ungkap Noorhaq.
Khusus untuk jalan dengan lalu lintas cukup padat, kata dia, pihaknya langsung meminta agar pengerjaan dipercepat dan segera diperbaiki lebih dulu. “Untuk titik jacking, yang dipagari, itu memang tidak bisa karena ada penggalian di dalam. Tapi untuk jaringan main hole, jaringan pipa outletnya, itu bisa dikerjakan lebih dulu,” jelasnya.
Berdasarkan laporan yang dia terima, proyek galian IPAL ini diprediksi baru bisa selesai pada November tahun ini. Namun, ada pula beberapa pengerjaan yang baru bisa selesai pada Februari tahun 2023 mendatang.

Dia pun memberi atensi kepada kontraktor proyek agar memastikan kondisi jalan kembali seperti semula saat sebelum digali. Sebab hal itu sudah menjadi komitmen sebelum memulai pelaksanaan proyek.
“Memang harus begitu. Tetapi kadang ada kendala, misalnya tingkat gradasi tanah yang digali itu berpasir, biasa dari sisi pelaksanaan proyek ternyata longsornya melebar. Jadi, mau tidak mau harus ada perubahan pekerjaan, jadi ada penambalan,” tukasnya.

Harus Ditegur

Wakil Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar Galmerrya Kondorura, sepakat dengan pemkot yang mengambil sikap tegas terhadap galian proyek IPAL Losari. “Betul itu apa kata Pak Wali. Suruh dulu perbaiki jalanan yang dibongkar di Jalan Cendrawasih, Jalan Singa, Jalan Nuri. Karena itumi semua dia bongkar kemarin, yang sekarang ruas jalannya dalam kondisi rusak akibat galian jaringan pipa IPAL itu,” ujarnya, Senin (22/8).

Legislatof Fraksi PDIP Makassar ini menjelaskan, bekas galian pipa proyek IPAL komunal sudah sering menjadi aduan warga. Selain menjadi biang kemacetan, juga menurunkan omset pemilik usaha di wilayah tersebut akibat penutupan jalan.

“Kalau saya sudah kusuruh hentikan semua dulu itu sampai dia perbaiki semua jalan yang dia rusak. Pastimi Pak Wali tolak di depan Balai Kota, karena pasti kondisinya setelah digali bakal sama dengan Jalan Cendrawasih dan sekitarnya,” jelasnya.

Anggota Komisi C Arifin Dg Kulle menegaskan, PU perlu melakukan koordinasi dan melakukan peneguran kepada kontraktor pelaksanan proyek. ”Jalan sudah bagus, kemudian dibongkar dan tidak diperbaiki seperti semula. Otomatis pemerintah kota tidak mau hal itu terus terulang. Karena ujung-ujungnya pemerintah kota juga akan turun memperbaiki. Ini kan kontraktor yang harus bertanggungjawab,” terangnya. (rhm-ita)

Exit mobile version