Site icon Berita Kota Makassar

Beredar Proposal Palsu Permintaan Bantuan Porprov

MAKASSAR, BKM — Di tengah-tengah persiapan perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan ke-XVII yang dihelat akhir Oktober mendatang, mencuat kabar tak sedap. Beredar proposal yang diduga palsu berisi permintaan bantuan untuk kegiatan yang akan digelar di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba itu.

Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulsel mendapati proposal tersebut lengkap dengan tanda tangan Ketua KONI Sulsel Yasir Mahmud dengan tinta warna merah. Proposal itu bertanggal 1 Agustus 2022.
Dari sejumlah foto yang diterima KONI Sulsel, proposal palsu yang beredar itu dilapisi map transparan warna merah. Terdapat logo Porprov Sulsel ke-17 yang baru-baru ini dilaunching secara resmi oleh KONI Sulawesi Selatan.

Beberapa lembar halaman berisi daftar nama donatur yang telah menyumbang kisaran Rp50 ribu hingga Rp1 juta. Bahkan di urutan pertama tertulis Wali Kota Makassar dengan besaran sumbangan Rp10 juta, lengkap dengan paraf donatur. Sebagian lainnya adalah pemilik rumah makan, toko, serta nama pribadi.
Ketua KONI Sulsel H Yasir Mahmud yang dikonfirmasi, tak menampik hal itu. Dia pun mengutuk keras perbuatan oknum yang melakukan pungutan liar dengan membuat proposal mengatasnamakan KONI Sulsel sekaligus mencatut nama dirinya dan memalsukan tanda tangannya. Apalagi, oknum tersebut berkeliling ke instansi-instansi pemerintah dan toko-toko untuk meminta donasi secara langsung dengan mencantumkan nama donatur.

Saya mensinyalir ada beberapa nama pejabat juga yang dicatut namanya. Karena saya tahu persis jikalau pejabat yang bersangkutan tidak akan mungkin memberi bantuan dengan list dana seperti itu,” terang Yasir kepada BKM, Kamis (25/8).
Diakui bahwa sudah ada beberapa orang yang dimintai sumbangan merasa curiga dan mengenali wajahnya. Untuk itu, ia meminta kepada oknum tersebut untuk segera mengembalikan dana dari sejumlah orang yang telah dimintai dan tercantum dalam list.
”Kalau yang bersangkutan terlacak dan tertangkap tangan, akan kami proses secara hukum.

Kami juga akan segera sosialisasikan kepada seluruh KONI kabupaten/kota dan pengurus cabor se-Sulsel dan masyarakat secara umum, bila menemukan oknum tersebut, segera laporkan ke kami di KONI Sulsel untuk diproses secara hukum,” tandas Yasir.

Perbuatan tersebut, menurut Yasir, telah menciderai proses penyelenggaraan Porprov XVII Sulsel. Sebab logo dan waktu yang tercantum dalam proposal tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan. ”Porprov XVII ini hajatan besar Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kami selaku penyelenggara merasa terganggu dengan beredarnya proposal tersebut,” ungkap Yasir.
Meski begitu, KONI Sulsel belum melaporkan hal ini ke aparat penegak hukum. Pihaknya masih masih mengumpulkan bukti yang cukup. ”Saat kami masih fokus pada penyelenggaraan Porprov yang tersisa 50 hari lagi,” imbuhnya.

Selain itu, pengurus KONI Sulsel juga sementara melakukan koordinasi dengan pihak yang mengenal dan pernah melihat oknum tersebut. ”Kalau sudah ada yang melaporkan akan kami lengkapi dengan bukti CCTV nantinya,” tambahnya.
Terpisah, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang dikonfirmasi terkait sumbangan sebesar Rp10 juta untuk penyelenggaraan Poprov ke-XVIII, mengaku tidak ada seperti itu. Kuat dugaan, namanya juga dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab. (ita-rhm/rus)

Exit mobile version