Site icon Berita Kota Makassar

Model Maraja Literasi Digital Marketing dalam Bisnis Industri Kreatif Fesyen di Kota Makassar

MAKASSAR, BKM — Ada empat alasan strategi pemasaran digital dianggap gagal. Pertama, pelaku industri fesyen tidak memiliki pengetahuan yang baik. Kedua, tidak punya cukup waktu mempelajari fungsi jejaring media sosial. Ketiga, kurang memiliki pengalaman membuat keputusan penggunaan digital sebagai media pemasaran. Keempat, kurang perencanaan matang membuat strategi bisnis.

Keempat alasan tersebut yang mendorong Andi Caezar To Tadampali mengkaji riset disertasi dengan judul Literasi Digital Marketing dalam Pengembangan Bisnis pada Industri Kreatif Subsektor Fesyen di Kota Makassar. Ia mempertahankannya dalam ujian promosi doktor via virtual zoom pada Rabu, 24 Agustus 2022.

Sidang ujian promosi doktor dipimpin Prof. Dr. Hamsu Abdul Gani, M.Pd yang juga sebagai Direktur PPs UNM dengan anggota penguji Prof.Dr. Arismunandar, M.Pd., Prof. Dr. Chalid Imran Musa, M.Si., Dr. Basri Bado, S.Pd., M.Si., Prof. Dr. Anshari, M. Hum., Prof. Dr. Muhammad Azis, M.Si., dan Prof. Dra. Hj. Dian Anggraece Sigit Parawansa, M.Si., Ph.D.

Temuan riset dosen Administrasi Bisnis FIS-H UNM, yaitu pertama, literasi digital pelaku industri kreatif fesyen di Kota Makassar kurang efektif. Dari sembilan dimensi literasi digital, hanya dua dimensi yang cukup kreatif, yaitu transliterasi dan self broadcasting.

Kedua, pemasaran digital pelaku industri kreatif fesyen di Kota Makassar dinilai tidak efektif. Hal ini ditunjukkan adanya biaya, program insentif, site design, dan interaktif belum dilakukan oleh para pelaku bisnis secara maksimal sesuai dengan kebutuhan pasar.

Ketiga, sebagai temuan baru, disusun prototype Model Maraja Literasi Digital Marketing terbagi menjadi tiga tahapan. Tahap pertama (dasar), yaitu penguatan kompetensi untuk dimensi jejaring sosial, menjaga privasi, dan transliterasi.

“Tahap kedua (menengah) adalah mengelola identitas digital, membuat konten, mengatur dan berbagi konten. Tahap ketiga (atas) adalah repurposing konten, memfilter dan memilih konten, dan self broadcasting,” jelas Wakil Bendahara KNPI Sulawesi Selatan (2019-sekarang).

Seusai menjawab sanggahan, bantahan, dan klarifikasi tim penguji, Komisaris PT Phinisi Mitra Utama Makassar ini dinyatakan lulus dengan IPK 3,79 atau predikat kelulusan sangat memuaskan. Ia tercatat sebagai alumni ke-1099 PPs UNM dan ke-63 Prodi Pendidikan Ekonomi. (rls)

Exit mobile version