TAKALAR, BKM — Carut marutnya proyek pengerjaan jalan atau peningkatan betonisasi yang tersebar pada 12 ruas jalan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Takalar, hingga saat ini terus menuai sorotan.
Sorotan itu mengemuka lantaran progres dan kegiatan jalan beton yang menelan anggaran sekitar Rp90 miliar tersebut bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022, dinilai sangat tidak maksimal dan terkesan menjadi ajang tindak pidana korupsi.
Menyikapi carut marutnya proyek jalan beton itu, DPRD Takalar dalam waktu dekat akan melakukan cross check di lapangan. Hal itu akan ditempuh DPRD Takalar setelah aktivis anti korupsi di daerah ini menggelar audiens dengan DPRD Takalar.
”Dalam waktu dekat, kami akan turun ke lapangan memeriksa proyek-proyek jalan beton yang ditengarai proyek tersebut dililit masalah dalam progres pelaksanaannya,” kata Ketua DPRD Takalar, Muhammad Darwis Sijaya didampingi sejumlah anggota dewan, Senin (29/8).
Ketua DPRD Takalar di hadapan para penggiat anti rasuah itu, juga meminta elemen masyarakat untuk terus mengawal progres jalan beton, karena telah banyak menuai sorotan.
”Mari kita bersama-sama mengawal penggunaan dana PEN di Kabupaten Takalar ini. Dimana, dana PEN yang berasal dari pemerintah pusat tersebut merupakan dana pinjaman yang harus dikembalikan oleh daerah,” tegas Muhammad Darwis Sijaya.
Dalam kesempatan tersebut, H Imran Tola, salah seorang aktivis anti korupsi mengatakan, dalam rangka menghindari terjadinya kerugian negara berskala besar, sebaiknya proyek peningkatan jalan beton segera dihentikan.
”Meski ambang batas kegiatan akan berakhir 14 Oktober mendatang, sebaiknya proyek jalan beton segera dihentikan atau diputus kontrak. Dimana, dana yang kucur sebesar 25 persen, tidak sesuai progres kegiatan. Sehingga terkesan proyek jalan beton telah masuk pusaran korupsi,” ungkap H Imran Tola.
Sementara itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Takalar melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Abdul Wahab, mengatakan untuk saat ini kegiatan pembangunan jalan beton terus berlangsung.
”Proyek jalan beton ini akan berakhir pengerjaannya pada 14 Oktober 2022. Dan progres kegiatan telah dipacu oleh pihak rekanan,” ucap Abdul Wahab. (ira/b)
