Site icon Berita Kota Makassar

Pelajar SMK Tewas, Diduga Korban Salah Sasaran Massa

GOWA, BKM — Tiga pemuda yang berboncengan menuju Kampung Pangkabinanga, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa menjadi sasaran amuk massa. Satu di antaranya merupakan pelajar SMK di Kota Makassar.
Peristiwa nahas itu terjadi, Sabtu (27/8) malam di salah satu ruas jalan Kampung Pangkabinanga. Akibat kejadian itu, salah seorang korban bernama Fikri menemui ajal. Korban yang masih tercatat sebagai siswa SMK ini beralamat di Jalan Veteran, Kelurahan Maricaya Baru, Kota Makassar.

Korban Fikri tewas usai mendapat tindak kekerasan dari warga di kawasan Pangkabinanga. Sementara dua orang yang ditemaninya ketika itu, Ade dan Allang yang merupakan sepupu Fikri, berhasil selamat dari amukan warga. Mereka meminta bantuan keluarganya yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Peristiwa tewasnya Fikri diduga karena ulah warga setempat yang salah sasaran. Fikri dan kedua sepupunya dikira anggota geng motor yang baru saja berselisih paham dengan warga. Mereka yang mengendarai sepeda motor melintas di lokasi tak lama setelah perselihan terjadi. Ketiganya berencana hendak menuju ke rumah Abe, teman korban yang sebelumnya mengajak ke rumahnya di wilayah Parangbanoa, bersebelahan dengan kampung Pangkabinanga.

Kapolsek Pallangga AKP Abdul Hakim Bahar, membenarkan adanya peristiwa pengeroyokan itu ketika dikonfirmasi, Senin siang (29/8). ”Ya, ada kejadian itu di wilayah Pangkabinanga,. Tapi untuk lebih jelasnya silakan konfiormasi ke Kasat Reskrim. Kasusnya sudah ditangani pihak Polres Gowa,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Humas Polres Gowa AKP Hasan Fadhlyh melalui pesan WhatsApp, kemarin siang mengaku belum bisa memberikan penjelasan detail terkait kasus tersebut. Alasannya, ia belum dapat informasi dari unit Reskrim maupun Polsek Pallangga.

Informasi yang diperoleh BKM, menjelaskan bahwa saat kejadian, korban bersama Ade dan Allang mengendarei sepeda motornya dari arah Sungguminasa menuju Pangkabinanga. Mereka baru saja dari rumah Fikri di Jalan Veteran, Makassar. Fikri dan Allang ikut setelah diajak oleh Ade.
Di tengah perjalanan, korban bertiga sempat berpapasan dengan rombongan geng motor, yang sebelumnya sempat terlibat perselisihan dengan warga. Merasa tidak punya hubungan masalah, ketiganya tetap melanjutkan perjalanan. Sayangnya, sejumlah warga yang sejak tadi tersulut emosi karena ulah geng motor itu, langsung menyasar korban karena diduga bagian dari geng motor yang telah dihalau sebelumnya.
Mereka bertiga pun diadang massa. Korban Fikri yang ada di atas motor langsung ditarik dan diseret hingga tak kelihatan lagi oleh Ade. Sementara Allang lolos melarikan diri setelah tahu Fikri sudah tidak ada dan Ade ditangkap warga.

Di hadapan warga yang sudah kalap, Ade sempat mengaku bahwa dia memiliki keluarga di Perumahan Reihan Parangbanoa. Ia kemudian berusaha menghubungi om dan tantenya di perumahan itu menggunakan gawainya.

Setelah keluarga Ade tiba, mereka langsung mencari keberadaan Fikri yang sedari tadi diseret beberapa warga yang sedang emosi. Tubuh Fikri ditemukan di selokan pinggir jalan dengan kondisi berlumuran darah.

Fikri lalu dievakuasi menggunakan mobil milik Polsek Pallangga yang tiba TKP. Ia dibawa ke IGD RSUD Syekh Yusuf untuk dilakukan tindakan penyelamatan. Namun tak berselang lama setelah kedua orang tuanya tiba di rumah sakit, Fikri pun meninggal dunia setelah memegang tangan ibunya Yuliani bersama ayahnya Muh Iksan Syam. Jenazah korban telah dimakamkan di pekuburan Dadi, Makassar.

Senin siang (29/8) pukul 14.00 Wita, Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Burhan mengonfirmasi kejadian ini degan memberikan jawaban singkat.

“Kasusnya sementara ditangani. Sementara pemeriksaan sejumlah saksi di TKP dan saksi korban lainnya. Tunggu saja hasilnya,” ujarnya. (sar)

Exit mobile version