MAKASSAR, BKM–Partai Perindo Provinsi Sulawesi Selatan merasa gusar lantaran kadernya dicatut dan dimasukkan dalam daftar anggota partai lain.
Kegusaran tersebut dilontarkan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo Sulsel, Hilal Syahrim.
Hilal mengaku sangat menyangkan jika salah satu partai politik pendatang baru mencatut kader terbaiknya yang saat ini masih tercatat sebagai Anggota DPRD Toraja Utara yakni Yusuf Tangke Manda.
“Masa anggota dewan aktif kami di Toraja Utara dicatut sebagai anggota partai Republik Satu,”tanya Hilal saat dikonfirmasi, Selasa (30/8).
Dirinya pun menyebutkan bukan hanya Yusuf Tangke Manda yang namanya dicatut oleh partai Rebulika Satu, namun pengurus DPW aktif yang dia tidak ingin sebutkan namanya juga telah masuk kader partai pendatang baru tersebut.
“Kita tidak tau dari mana mereka ambil data ini,” ucapnya.
Hilal pun menyebutkan ingin melakukan komunikasi dengan pengurus Partai Republik Satu. Namun kata dia sampai saat ini belum menemukan di mana kantornya pengurus Provinsinya atau wilayah.
“Sampai sekarang kami belum temukan di mana kantornya ini Partai Republik Satu,” lanjutnya.
Untuk itu, Hilal memberikang peringatan kepada parpol yang mencatut kadernya apalagi masih aktif sebagai anggota DPRD agar partai tersebut mengdepangkan kejujuran atau trasparansi, jangan sembarang identias orang dimasukan.
“Kalau Anggota DPRD kami dicatut sebagai kader Partai Republik Satu, maka kami ingin bertanya ke Partai Republik Satu dimana mengambil data kader kami, tanpa ada persetujuan,” ujarnya.
Ketika ditanya, jangan sampai Yusuf sendiri yang memberikan datanya ke pengurus Partai Republik Satu. Hilal menyebutkan Yusuf lah yang menyapaikan ke DPW jika namanya juga ada juga di Partai Republik Satu. “Dia sediri (Yusuf) sampaikan ke kami,” ucapnya.
Bukan hanya di Sulsel, namun di pulau Jawa kata Hilal, Partai Republik Satu juga mencatut kader Perindo. “Di Jawa sana banyak-banyak yang dia klaim, sekitar 80 lebih keanggotanya dicatut oleh partai Republik Satu,” bebernya.
Adanya kader dicatut oleh Partai Republik Satu, Hilal sudah menyampaikan ke KPU dengan membuat peryataan jika kadernya tersebut bukan kader Partai Republik Satu, tapi sebagai pengurus Partai Perindo. (rif)

