Site icon Berita Kota Makassar

Pria Gangguan Mental Ditemukan Tewas di Sungai Bontolebang

GOWA, BKM — Seorang pria berumur 38 tahun diketahui bernama Suprayitno asal Krajan Kulon, Kelurahan Andong, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ditemukan tewas tenggelam di Sungai Bontolebang. Selama ini, korban menetap sementara di rumah keluarganya di salah satu perumahan di Dusun Bontolebang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Suprayitno yang selama ini bekerja sebagai buruh harian dan menurut keluarganya memiliki sedikit gangguan mental serta tidak tahu berenang itu, ditemukan warga tenggelam di sungai pada Senin malam (29/8) sekitar pukul 19.30 Wita.
Mayatnya baru ditemukan sekitar pukul 20.26 Wita dengan posisi telungkup dan sudah tidak bernyawa lagi. Mayat lelaki ini ditemukan setelah dua warga nekat menyelam ke dalam sungai saat melakukan pencarian korban yang diduga berada di sungai itu untuk mandi-mandi.
Setelah menerima laporan dari Polsubsektor Pattallassang, petugas dari Inafis Polres Gowa langsung bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama SPKT Polsek Bontomarannu, piket fungsi dan piket Polsubsektor Pattallassang. Tim kepolisian ini menuju TKP dipimpin Kapolsubsektor Pattallassang, Ipda Muh Safar.

Plt Kasi Humas Polres Gowa, AKP Hasan Fadlhyh, Selasa pagi (30/8), membenarkan jika penemuan mayat Suprayitno setelah warga setempat menyisir kawasan sungai dengan bukti adanya pakaian dan sendal korban di pinggir sungai.
Sesaat setelah tiba di TKP, petugas menyebar untuk mencari korban termasuk ke dalam sungai. Pada pukul 20.00 Wita, Kepala Dusun Bontolebang, Ade Umar Faisal Dani (35) bersama Dg Sikki (38), warga perumahan Putra Johor langsung turun ke sungai dan menyelam.
Sekitar pukul 20.26 Wita korban berhasil ditemukan dengan posisi telungkup dan sudah meninggal dunia. Diduga korban sudah banyak menelan air sungai. Dijelaskan AKP Hasan Fadlhyh, awal kejadian ketika sejumlah warga memberikan kesaksian bahwa telah melihat korban meninggalkan rumahnya tengah hari sebelumnya.

Yang melihat antara lain Rian (32), penjual kerupuk tinggal di perumahan Putra Johor, dimana korban tinggal selama ini. Menurit Rian, korban keluar dari rumah kontrakannya di perumahan itu pukul 12.00 Wita. Namun tidak diketahui tujuan korban akan kemana. Setelah itu, warga lainnya bernama Dg Sese (50) melihat tumpukan pakaian terletak di dekat jembatan sungai Bontolebang saat menuju sawahnya sekitar pukul 14.00 Wita.
Sepulang dari sawahnya pukul 16.30 Wita dan lewat di jembatan itu, Dg Sese mengaku masih melihat tumpukan pakaian tersebut namun tidak melihat tanda-tanda adanya pemilik pakaian tersebut. Karena curiga ada yang tidak beres dengan pakaian tersebut, akhirnya Dg Sese memberitahu kepada warga sekitar tentang adanya pakaian di pinggir sungai.

Kemudian sejumlah warga pun menuju tempat pakaian itu berada. Tetiba salah seorang warga lainnya mengenalinya sebagai milik Suprayitno. Selanjutnya warga memanggil keluarga korban untuk memastikan pakaian tersebut dan benar pakaian tersebut adalah milik korban.
Barang bukti yang diamankan polisi di TKP berupa baju kaos oblong warna hijau, celana pendek kain, celana dalam warna hitam serta sendal jepit bertulis swallow.

”Iya benar, korban telah dievakuasi sesaat ditemukan dan dimasukkan dalam kantong mayat oleh tim Inafis lalu dibawa ke Puskesmas Pattallassang untuk divisum luar. Visum luar dilakukan tim medis Puskesmas yakni Abd Malik dan Irfandi dibantu tim Inafis Polres Gowa. Dari hasil visum di Puskesmas disebutkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Setelah pihak petugas berkoordinasi ke pihak keluarga korban, korban pun diserahkan kepada keluarganya setelah pihak keluarga juga menyatakan menerimanya sebagai satu musibah dan menolak dilakukan otopsi yang ditandai penandatanganan berita acara,” papar Plt Kasi Humas Polres Gowa.
Menurut kepolisian mayat korban oleh pohak keluarga akan diterbangkan ke kampung halamannya di Jawa Tengah untuk dimakamkan di sana. (sar)

Exit mobile version