MAROS, BKM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros akan mengusulkan mendapatkan tambahan penghasilan khusus untuk guru dan kepala sekolah yang mengabdi di sekolah terpencil yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Maros.
Kepala Bidang Penddidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros yang dihubungi wartawan mengatakan, guru dan kepala sekolah yang mengabdi di daerah terpencil sangat perlu diberikan penghasilan khusus, agar mereka bisa termotivasi bekerja dengan baik.
Jika pendapatan mereka yang mengajar di daerah terpencil sama dengan pendapatan guru yang mengabdi kota maka guru guru dan kepala sekolah yang mengajar di daerah terpencil akan berupaya pindah ke kota mengajar.
”Saya yakin guru yang mengajar didaerah terpencil sama penghasilan dengan guru yang ada dikota kami yakin mereka pasti berupa pindah,” ujar Sandy.
Dikatakan Sandy, tambahan pendapatan khusus untuk guru dan kepala sekolah yang mengajar di daerah terpencil sebenarnya sudah pernah berialan beberapan tahun. Namun tiba tiba ada aturan yang baru sehingga 24 sekolah yang sudah masuk daerah terpencil dan berhak mendapatkan tambahan penghasilan khususus telah dikurangi dengan berbagai aturan.
”Sebanyak 24 sekolah yang sudah masuk daftar penerima tambahan penghasilan tiba, ada aturan baru hingga banyak sekolah dihapus sebagai penerima,” kata Sandy.
Namun untuk tahun ini, lanjut Sandy, dari hasil rapat dinas pendidikan telah diusulkan kembali agar sekolah yang masuk daftar penerima bantuan khusus diusulkan agar bisa mendapatkan bantuan seperti dulu. Hal ini perlu ada perhatian khusus untuk sekolah terpencil. Kondisi ini dapat terasa ketika para guru yang ada di daerah terpencil membutuhkan biaya besar untuk datang mengajar di sekolahnya.
Jika perhatian pemerintah dalam hal ini dinas prndidikan maka kami yakin mereka tidak akan bekerja maksimal seperti guru-guru yang ada di kota. ”Untuk tahun ini, kami sudah usulkan agar sekolah terpencil sesuai dafatar yang akan diupayakan bisa mendapatkan tambahan khusus,” janji Sandi.
Hanya saja, kata Sandy, sebagai tahap awal kami berharap para pengawas sekolah bisa dengan memberikan pelaporan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan untuk segerah di proses. Dari daftar 24 sekolah saat ini juga akan dilakukan berifikasi untuk menentukan apakah sekolah tersebut masih masuk kategori terpencil atau sudah bukan lagi karena perkembagan teknologi saat ini hampit seluruh wilayah sudah dapat berkominikasi dengan menggunakan alat komunikasi seperti gawai atau handphone (HP) dan laianya.
”Saat ini kami menunggu data yang akurat dari teman teman pengawas terkait kondis sekolah yang betul betul masuk daerah terpencil,” tutup Sandy. (ari/c)
