MAKASSAR, BKM–Politisi Partai Gerindra Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) meminta penjelasan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR yang mencoret Tol Mamminasata dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Hal itu disampaikan Andi Iwan Aras dalam rapat kerja komisi V yang disiarkan secara langsung dalam YouTube TV Parlemen Rabu (31/8).
“Kami minta penjelasan Pak Dirjen mengapa proyek Tol Mamminasata dikeluarkan dari PSN. Apa penyebabnya dicoret,” kata Andi Iwan Aras.
Menurut Andi Iwan yang juga Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini, proyek jalan Bypass Mamminasata menghubungkan Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar adalah proyek jalan Bypass Mamminasata yang sebelumnya adalah jalan lingkar terkendala dengan lahan.
Tol Mamminasata menjadi salah satu dari 12 tol yang dibangun tahun 2021.
Dalam kesempatan itu, Andi Iwan Aras juga memperjuangkan sejumlah proyek nasional di Sulawesi Selatan.
Khususnya di wilayah daerah pemilihannya. Seperti jembatan 45 di Kabupaten Wajo, ataupun proyek pasar.
“Kami butuh diskresi Pak Dirjen. Jarak tempuh kecamatan makan 30-45 menit, tapi kalau jembatan ini jadi maka 5 sampai karena dipisahkan sungai. Kalau turunan UU jalan belum turun, kira-kira dalam diskresi bina marga bisa tidak Pak,” kata Ketua DPD Gerindra Sulsel ini.
Andi Iwan yang juga merupakan Ketua KADIN Sulsel ini meminta Dirjen Konstruksi tidak hanya libatkan kadin tapi juga asosiasi konstruksi dalam pengerjaan proyek nasional di Sulsel.
Ia berharap pembangunan proyek nasional di daerah berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal, serta membantu pengusaha lokal.
“Kadin dilandasi UU Kadin, tapi lebih banyak bersinggungan usaha non konstruksi. Tolong libatkan Gapensi dan lain-lain,”pinta Andi Iwan.
Menjawab pertanyaan Komisi V, Direktur Jenderal Bina Marga Hedy Rahadian menyampaikan alasan Tol Mamminasata dikeluarkan dari PSN.
Menurutnya, proyek Tol Mamminasata itu sulit rampung pada 2024 mendatang.
“Kita keluarkan Tol Mamminasata dari PSN karena ada arahan dari pimpinan yang tidak selesai tahun 2024 untuk dicek kelayakan. Karena ini kelayakan belum memenuhi Pak. Jadi problemnya itu kelayanan dan prioritas lahan,” kata Hedy Rahadian.
Hedy Rahadian mengatakan tol Mamminasata Sulawesi Selatan masih bermasalah soal lahan.
Atas masalah tersebut sehingga dikeluarkan dari PSN. “Untuk sementara ini kita keluarkan dulu dari PSN,” kata Hedy Rahadian. (rif)

