DALAM rangkaian kunjungannya di Makassar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas), Kamis (8/9). Kegiatan yang berlangsung di Aula Prof Syukur ini mengusung tema; Kepemimpinan Inovatif dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.
Di depan ribuan mahasiswa dan dosen serta Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa, Dr (HC) H Mochamad Ridwan Kamil, ST.MUD, mengajak mahasiswa mahasiswa sebagai calon pemimpin berinovasi untuk demokrasi Pancasila yang dianut masyarakat negeri ini. Apabila hal itu bisa terealisasi, maka kebermanfaatan dari sebuah demokrasi akan terasa ke seluruh penjuru daerah.
“Saya menitip kepada mahasiswa untuk menjaga Pancasila, karena tidak diragukan lagi. Di negara bermasalah, mereka hanya membicarakan bagaimana bisa berdamai. Banyak tantangan zaman dan kita perlu berbenah untuk menjadi negara demokrasi yang sesuai aspirasi rakyat,” ujarnya.
Selain itu, lanjut pria yang karib disapa Kang Emil ini, mahasiswa harus mengetahui program Pembangunan Berkelanjutan atau yang dikenal sebagai Sustainable Development Goals (SDGs). Semangat dan energi positif yang dimiliki mahasiswa dapat menjadi langkah awal yang baik untuk mulai menyosialisasikan dan membangun kesadaran di lingkungan.
“Saya mengajarkan ke adik-adik mahasiswa bahwa saya juga dulu punya pengalaman membuat karya dan ide-ide untuk Jabar, tapi ditolak. Kemudian saya belajar politik yang jauh dari background saya sebagai arsitek. Jadi saya mengajarkan kepada anak bangsa agar selalu mengembangkan diri untuk memimpin,” jelasnya.
Sebab, menurutnya, mahasiswa merupakan modal sosial yang dapat diperhitungkan dan diandalkan untuk dapat mewujudkan percepatan tujuan SDGs di Indonesia. Mahasiswa harus mampu menjadi agen percepatan perwujudan SDGs yang dapat menyentuh dan membawa perubahan langsung lingkungan di sekitarnya.
Apa yang disampaikan RK direspons positif oleh Rektor Unhas Prof JJ, panggilan akrab Prof Jamaluddin Jompa. Menurutnya, ajakan gubernur Jabar bagi mahasiswa Unhas sangat relevan dengan semangat inovasi di Kampus Merah. Apalagi Unhas telah berkomitmen dengan mendeklarasikan diri menuju Carbon Neutral Campus.
“Kita sudah sejalan dengan apa yang disampaikan Pak RK. Ini juga berbeda dengan inovasi yang ada di Unpas dan Bogor. Ini bagian dari penyemangat Unhas ke depannya. Banyak hal tentunya yang dapat membesarka Unhas. Semoga Carbon Neutral Campus lebih duluan dari pada Jabar,” imbuhnya.
Turut hadir dalam kuliah umum ini Dekan FISIP Unhas Dr Phil Sukri, dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof drg Muhammad Ruslin.
Dikatakan, kegiatan diskusi yang dilaksanakan ini bertujuan menumbuhkan semangat kemahasiswaan untuk Unhas untuk jauh lebih baik kedepannya. “Kami atas nama pimpinan sangat berterima kasih atas kedatangan untuk melakukan share ilmu dan pengetahuan di kampus Unhas bagi mahasiswa. Saya kira kegiatan ini bisa memberikan kontribusi besar, untuk bangsa kita ke depan seperti yang dilakukan Pak Gubernur Jabar ini,” ujarnya. (ita)
