MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mendorong pemerintah kota mengambil langkah cepat guna menghindarkan masyarakat dari tingginya harga kebutuhan pokok pascanaiknya harga bahan bakar minyak (BBM). Salah satunya dengan menggelar pasar murah di 15 kecamatan Kota Makassar.
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Makassar Hj Muliati. Ia bahkan meminta Pemkot Makassar, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) segera melakukan langkah strategis menindaklanjuti kenaikan harga akibat kenaikan BBM dengan menjalankan program pasar murah di masing-masing kecamatan.
“Harusnya segera gelar pasar murah. Tujuannya agar harga bahan pokok yang tinggi di pasaran bisa diredam. Dengan pasar murah, masyarakat yang kurang mampu bisa membeli kebutuhannya dengan harga terjangkau. Pasar murah yang biasanya dilaksanakan di hari-hari besar keagamaan, bisa juga dilakukan dalam menyikapi naiknya harga BBM. Karena harga barang pasti naik. Supaya kenaikannya tidak terlalu tinggi, salah satunya dengan pasar murah,” terang Hj Muliati di gedung DPRD Makassar, Jumat (9/9).
Legislator dari Fraksi PPP DPRD Makassar ini menambahkan, dengan adanya program pasar murah di setiap kecamatan, pemkot bisa membantu menekan laju kenaikan harga, dan menstabilkan harga yang terlampau tinggi.
“Penentuan titik lokasi pelaksanaan pasar murah harus strategis dan tepat deteksi lokasi. Yang mana daerah banyak kelas menengah ke bawah, di situ diprioritaskan,” sarannya.
Begitu pula disampaikan Sekretaris Komisi B DPRD Makassar Ari Ashari Ilham. Kata dia, pemkot harus tanggap melihat situasi masyarakat. Menurutnya, meskipun efek kenaikan BBM belum secara signifikan terlihat karena baru beberapa hari diberlakukan, namun kini sudah banyak bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar sudah mengalami kenaikan harga.
“Melihat kondisi sekarang setelah naiknya harga BBM, perlu di setiap kecamatan ada pasar murah. Makanya, kita mau ada sosialisasi dibantu pihak kecamatan untuk menggelar pasar murah ini. Perencanaan menjadi poin penting pelaksanaan program pemerintah yang termasuk mendesak di tengah situasi pelik seperti sekarang,” tandasnya.
Ia berharap, Dinas Perindustrian dan Perdagangan bisa rutin menggelar pasar murah. Karena hal tersebut dapat membantu menekan ketimpangan antara kebutuhan dan kemampuan ekonomi masyarakat, sehingga akan memberi dampak langsung bagi masyarakat. (ita)