BANTAENG, BKM — Malang nasib yang menimpa Misnawati (16). Seorang gadis berparas cantik asal Kampung Rallanga, Desa Kampala, Kecamatan Ere Merasa, Kabupaten Bantaeng.
Sebelumnya, ia dilaporkan hilang oleh keluarganya. Setelah 11 hari berlalu, jasadnya berhasil ditemukan, namun sudah tak bernyawa. Bahkan tinggal tulang belulang dan tengkorak.
Menurut Jamaluddin, salah seorang kerabat almarhumah, pada hari itu, Kamis (1/9), Misnah berangkat ke sekolah. Namun hingga malam tiba, dia belum kembali ke rumah. Orang tuanya mulai diliputi kecemasan. Karena tidak seperti biasanya, sepulang sekolah pasti langsung kembali ke rumahnya. Akhirnya ayah Misna, Kamiseng melapor ke polisi.
Kerabat Misna lainnya, Nengsih Takbir dan Rani Liling, proaktif mengumumkan lewat media sosial. “Tolong bantuanta semua kodong. Bagi siapa saja yang melihat anak ini. Sudah dua minggu hilang tidak ada kabar sama sekali,” tulisanya sambil mengunggah foto dan nomor HP yang bisa dihubungi.
Sehari setelah unggahan Rani Liling, tante Misna, yang kesekian kalinya, yakni Minggu (11/9) pukul 14.30 Wita, tetiba menyebar kabar bahwa ada mayat yang diduga berjenis kelamin perempuan ditemukan dekat kolam permandian Ere Merasa. Kerabat Misna, termasuk ayah dan ibunya, bergegas menuju lokasi penemuan.
Seluruh kerabat Misna histeris setelah mengetahui mayat yang sudah jadi tengkorak itu adalah Misna. Ibunda Misna, Kamisah, terperanjat bagai disambar petir. Dia pingsan saat jenazah putrinya digotong tim Inafis dari Polres Bantaeng.
Dikatakan Jamal, Misna adalah anak pertama dari dua bersaudara. Adik Misna berjenis kelamin laki-laki. Saat ini, kata Jamal, Misna duduk di bangku kelas XII salah satu Madrasah Aliah (MA/setingkat SMA). “Cuma dua bersaudara. Misna anak sulung dan adiknya laki-laki,” terangnya.
Kapolres Bantaeng AKBP Andi Kumara dalam keterangan persnya, kemarin mengatakan, penemuan mayat berawal dari laporan warga yang mencium bau tidak sedap. Laporan tersebut, kata dia, ditindaklanjuti dengan melakukan olah TKP.
Hasilnya, terungkap bahwa korban dibunuh disertai mutilasi oleh kekasihnya bernisial A. Remaja usia 17 tahun ini merupakan siswa kelas XII salah satu SMA di Bantaeng. Ia ditangkap di rumahnya usai dilakukan olah TKP oleh aparat Polres Bantaeng, Minggu malam (11/9).
Dikemukakan kapolres, antara terduga pelaku dengan korban menjalin hubungan asmara. “Antara keduanya baru dua bulan menjalin hubungan asmara,” ungkapnya.
AKBP Andi Kumara menguraikan, pelaku berbuat nekat karena cemburu. “Menurut pengakuan pelaku kepada penyidik, dia nekat membunuh pacarnya karena mendapat informasi bahwa sang pacar punya gebetan lain,” urainya.
Berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut Kapolres, dia membunuh korban dengan cara mencekik hingga tak berkutik. Ironisnya, pelaku tidak berhenti sampai di situ. Dia tetap beringas lalu mengambil batu kemudian menghantamkan ke kepala korban untuk memastikan kematianmua.
Setelah korbannya meregang nyawa, pelaku masih melanjutkan aksi sadisnya. Dia mengambil serpihan batu lalu memotong betis korban sampai terputus. Kini, pria tersebut sudah diamankan bersama barsama barang bukti. Ia dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman 15 tahun penjara. (wam)
